Rumah Bibit Mangrove Degayu diresmikan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Kota Pekalongan

Photo Author
Administrator, Gertakberita.com
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:49 WIB

Gertak.Id | Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersama Kemitraan Indonesia meresmikan Rumah Bibit Mangrove Klidungan Degayu, Kamis (15/10/2025). Peresmian tersebut dirangkai dengan kegiatan Mageri Segoro berupa penanaman 10 ribu bibit mangrove di dua kelurahan pesisir, yakni Degayu dan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara. Acara dipusatkan di Dusun Klidungan, Kelurahan Degayu.

Rumah bibit yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba Klidungan Degayu ini menjadi bagian dari program Adaptation Fund Kemitraan untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim serta memberdayakan masyarakat. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sugiyo, menuturkan bahwa rumah bibit ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat pembibitan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

“Rumah bibit ini menjadi simbol kolaborasi menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain melestarikan lingkungan, kami ingin masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari budidaya mangrove,” ujar Sugiyo. Ia menambahkan, program ini sejalan dengan gerakan nasional Mageri Segoro yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melindungi pesisir dari abrasi dan intrusi air laut.

Direktur Tata Kelola Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Kemitraan Indonesia, Hasbi Berlian, menyebut pendirian rumah bibit ini sebagai langkah strategis memastikan ketersediaan bibit mangrove secara berkelanjutan. “Kami berharap pengelolaan rumah bibit ini bisa diteruskan secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah daerah sebagai upaya membangun ketahanan iklim dan ekonomi pesisir,” katanya.

Ketua KTH Rimba Klidungan Degayu, M. Latiful Ma’ruf, menambahkan rumah bibit tersebut kini membudidayakan tiga jenis mangrove, yakni Rhizophora Mucronata, Avicennia, dan Bruguiera. Selain untuk penanaman, bibit juga dijual ke masyarakat umum dengan harga antara Rp1.500 hingga Rp3.000 per pohon. “Kehadiran rumah bibit ini diharapkan menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dan wisata edukatif berbasis ekowisata,” ujarnya. (mflh)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X