Lebak, Gertak.id — Kondisi jalan dan jembatan penghubung antar desa yang terletak di Desa Leuwi Co’o, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, kini kondisinya memprihatinkan.
Pasalnya, sebagian struktur jalan yang berada di dekat jembatan tampak amblas, khawatir membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Menurut Informasi di lokasi, bagian sisi jembatan mengalami longsor cukup parah. Material tanah di bawah permukaan jalan terkikis oleh air, menyebabkan sebagian badan jalan menggantung dan berisiko ambruk bila terus dilalui kendaraan bermuatan berat.
Warga sekitar mengaku was-was, sebab jembatan tersebut merupakan akses utama menuju Desa Ciminyak dan pusat pemerintahan Kecamatan Muncang. Aktivitas ekonomi warga pun bergantung pada jalur ini, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga distribusi hasil bumi ke wilayah lain.
“Setiap hari masih banyak kendaraan warga yang lewat. Kami khawatir jembatannya ambruk tiba-tiba karena tanahnya sudah kelihatan longsor,” ungkap Regang, salah seorang warga.
Sementara itu, Pemerintah Desa Leuwi Co’o memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Kepala Desa Leuwi Co’o, Rajudin, mengatakan akan segera menindaklanjuti kerusakan tersebut dengan melapor kepada pemerintah Kabupaten Lebak maupun pihak terkait di tingkat pusat.
“Kami akan segera membuat laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak supaya jembatan ini bisa segera diperbaiki. Wajar jika kondisinya rusak karena faktor alam, sebab jembatan ini dibangun sekitar tahun 2013. Jalan dan jembatan ini merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Leuwi Co’o dan Desa Ciminyak serta menuju pusat pemerintahan Kecamatan Muncang,” ujar Rajudin, saat dihubungi via WhatsApp, Senin, 13 Oktober 2025.
Rajudin menambahkan, pihaknya berharap pemerintah kabupaten dapat segera mengambil langkah nyata mengingat kondisi jembatan yang kian memburuk dan berpotensi memutus akses vital warga.
“Jika akses ini sampai terputus, kegiatan ekonomi masyarakat akan lumpuh. Banyak warga Leuwi Co’o yang berjualan dan bekerja di desa lain. Karena itu, kami sangat berharap pemerintah kabupaten segera menyikapi persoalan ini dengan serius,” imbuhnya.
Selain itu, Forkopimcam dan BPBD Kecamatan Muncang turun langsung meninjau kondisi jalan dan jembatan yang longsor tersebut. Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan mencari solusi penanganan darurat agar akses warga tidak terisolasi.
Kondisi di lapangan menunjukkan perlunya tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Lebak, mengingat situasi di sekitar jembatan semakin rawan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan jika tak segera ditangani.***