Heboh! Proyek Jembatan di Desa Ampelgading Diduga Gunakan Material Bekas, Warga Pertanyakan Kualitas

Photo Author
Administrator, Gertakberita.com
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 10:51 WIB

PEMALANG, Gertak.id — Proyek pembangunan jembatan penghubung antar dusun di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, mendadak menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek yang dibiayai melalui Dana Desa (DD) Tahun 2025 itu diduga menggunakan material bekas dalam proses pengerjaannya.


-


Alih-alih menjadi kebanggaan warga, proyek tersebut kini justru memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas dan daya tahan konstruksi jembatan yang dibangun.



Temuan Material Bekas di Lapangan


Hasil pantauan awak media di lokasi proyek pada Kamis (9/10/2025) menunjukkan adanya penggunaan pasir sisa dari balai desa, batu bekas, dan batu bakong dalam konstruksi jembatan.




“Ya, mas, itu pasir sisa dari balai desa,” ujar salah satu pekerja di lokasi, yang mengonfirmasi bahwa sebagian material bukanlah material baru.



Temuan ini langsung memicu reaksi cepat dari warga setempat dan pihak kecamatan, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran publik yang wajib dipertanggungjawabkan secara transparan.



Respons Cepat dari Kecamatan Ampelgading


Laporan dugaan tersebut kemudian disampaikan ke pihak Kecamatan Ampelgading. Karena Camat sedang tidak berada di tempat, laporan diterima langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Bejo sekitar pukul 10.30 WIB.


Bejo menegaskan, apabila benar ditemukan penggunaan material bekas, maka anggaran pembelian material baru harus disilvakan sesuai ketentuan pengelolaan keuangan desa.




“Kalau memang benar ada penggunaan material bekas, maka dana yang seharusnya digunakan untuk pembelian material baru harus disilvakan, dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain,” jelas Bejo kepada media.



Pernyataan tersebut menjadi sinyal adanya penelusuran lebih lanjut oleh pihak kecamatan terhadap pelaksanaan proyek.



Kades Akui Penggunaan Material Bekas, Klaim Sudah Diganti


Menanggapi temuan dan laporan tersebut, Kepala Desa Ampelgading Suparto akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengakui sempat ada penggunaan material bekas, namun menyebut semua material itu telah diganti dengan yang baru sesuai standar teknis.


-




“Sudah kami ganti semua, baik batu maupun material lainnya,” ujar Suparto kepada wartawan.



Namun, hasil pemantauan lanjutan di lapangan menunjukkan beberapa bagian jembatan masih tampak menggunakan material lama, yang diduga berasal dari sisa proyek sebelumnya. Hal ini menimbulkan keraguan publik terhadap klaim perbaikan yang disampaikan pemerintah desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X