Bank Jatim Unit Omben Diterpa Bau Tak Sedap, Siswa Magang Lapor Polisi

Photo Author
Adm Grt, Gertakberita.com
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:06 WIB

SAMPANG, Gertak.id – Diduga kasus pelecehan seksual terhadap siswi magang SMKN Sampang oleh oknum Bank Jatim unit Omben, diterpa bau tak sedap jadi sorotan publik, kini memasuki tahap penyelidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang.

Informasi yang dihimpun awak media Gertak.id, dugaan tindakan asusila tersebut terjadi pada akhir September lalu dan telah dilaporkan oleh pihak keluarga korban ke Satreskrim Polres Sampang, Selasa (07/10/2025).

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang.

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Safril Selfianto membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum karyawan Bank Jatim terhadap siswi SMKN di Sampang. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Menurutnya, penyidik sedang memeriksa anak korban untuk mengumpulkan bukti tambahan terkait pelaporan tersebut. “Kami masih mendalami kronologi kejadian dan memastikan seluruh keterangan yang kami terima sesuai fakta. Kami bekerja profesional agar kasus ini bisa terang benderang,” tegasnya.

Konfirmasi Bank Jatim

Sementara itu, pihak Bank Jatim Sampang melalui Wisnu, selaku Bagian Umum Bank Jatim Cabang Sampang, juga memberikan tanggapan terkait kasus tersebut.

Wisnu membenarkan bahwa pihak bank telah menerima informasi adanya dugaan keterlibatan salah satu karyawannya dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan internal. “Benar, kami sudah mendapatkan laporan terkait hal tersebut. Saat ini yang bersangkutan sedang dalam proses penyelidikan internal oleh pihak Bank Jatim untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar,” terang Wisnu saat dikonfirmasi melalui panggilan whatsapp.

Wisnu menegaskan bahwa pihak Bank Jatim berkomitmen untuk kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Kami akan mendukung penuh langkah kepolisian dalam menyelidiki kasus ini. Jika terbukti bersalah, tentu akan ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap pelajar di bawah umur di wilayah Sampang.

Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat menuntaskan kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjadi peringatan keras agar tidak ada lagi tindakan serupa di lingkungan pendidikan. (Moch)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adm Grt

Rekomendasi

Terkini

X