Lebak, Gertak.id – Jembatan Kuning yang terletak di Jalan Raya Ciboleger, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, kini menjadi sorotan publik. Infrastruktur yang telah berdiri lebih dari 25 tahun itu dinilai semakin rapuh, sempit, dan membahayakan pengguna jalan. Padahal, jembatan ini merupakan akses utama menuju destinasi wisata unggulan Baduy.
“Jembatan ini saya rasa sudah tidak layak pakai. Sempit, tua, dan sangat rawan. Jika dibiarkan, sektor pariwisata Lebak bisa terdampak,” ujar H. Karim, anggota DPRD Lebak dari Fraksi NasDem, Dapil 3, Rabu (2/10/2025).
Karim menilai, kondisi jembatan yang kian mengkhawatirkan bukan hanya berpotensi menghambat kunjungan wisatawan, tetapi juga menurunkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau aksesnya bagus, wisatawan akan datang lebih banyak. UMKM, pedagang, hingga warga lokal tentu ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.
Selain menjadi jalur wisata, Jembatan Kuning juga berfungsi sebagai akses utama warga dalam mendistribusikan hasil bumi dan kebutuhan pokok. Kondisinya yang rapuh dikhawatirkan ambruk saat musim hujan, ketika debit air sungai meningkat.
Salah seorang warga Cisimeut,mengaku setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk mengantarkan hasil panen ke pasar.
"Setiap lewat jembatan ini saya selalu waswas. Kalau ada kendaraan besar lewat lalu berpapasan, jembatan terasa sempit. Kami hanya bisa berharap pemerintah segera memperbaikinya sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Warga lainnya yang tinggal di sekitar jalur wisata Baduy, mengatakan kondisi jembatan turut memengaruhi jumlah pengunjung.
“Kami Perhatikan Sekarang wisatawan agak berkurang, mungkin salah satu faktornya akses Jembatan yang kurang baik, Kalau sudah diperbaiki, pasti ramai lagi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Karim mendesak pemerintah daerah dan provinsi segera melakukan kajian teknis serta menyiapkan anggaran pembangunan baru.
“Jangan tunggu ada korban. Perbaikan harus menyeluruh, termasuk pelebaran agar ketika dilalui bus wisata dan kendaraan logistik aman dan nyaman,” tegasnya.
DPRD Lebak, kata Karim, akan mendorong agar revitalisasi Jembatan Kuning masuk dalam prioritas anggaran daerah.
Sementara masyarakat berharap, perbaikan segera terealisasi agar akses menuju Wisata Baduy tetap aman dan nyaman, sekaligus menjaga ikon pariwisata kebanggaan Kabupaten Lebak.
---