Gertak.id – Jayawijaya – Papua Pegunungan
Tugu salib yang semestinya menjadi simbol iman dan kesucian kini berubah wajah. Lokasi itu disebut-sebut menjadi tempat pesta miras, narkoba, bahkan seks bebas yang melibatkan anak-anak muda di Jayawijaya.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam. Lewat sebuah seruan moral dan iman, masyarakat menuntut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Jayawijaya (PGGJ) untuk tidak tinggal diam.
"Kita tidak boleh menutup mata. Seperti Sodom dan Gomora, murka Tuhan akan menimpa kota yang tidak mau bertobat. Bila tidak ada perubahan, generasi kita akan hancur," tegas isi seruan tersebut.
Dalam seruan itu, ada empat seruan utama: pemerintah dan lembaga agama diminta mengambil langkah tegas menertibkan ruang publik, gereja diminta memperkuat doa dan pendidikan iman, orang tua harus mengawasi anak-anaknya, serta generasi muda diajak kembali kepada jalan Tuhan agar menjadi harapan masa depan, bukan korban kehancuran.
Seruan itu ditutup dengan ajakan keras: “Sebelum ribuan generasi muda kita hancur karena miras, seks bebas, dan narkoba, kita harus bangkit, bersuara, dan bertindak.”
Masyarakat berharap langkah cepat dari pemerintah, FKUB, dan PGGJ bisa mengembalikan tugu salib pada fungsinya semula sebagai simbol iman, bukan sarang kehancuran moral.
Gertak Tim