KESESI, Pekalongan – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kesesi tahun 2025 sukses digelar pada Selasa (16/9/2025). Acara yang bertempat di SDN 01 Srinahan dan SDN 02 Srinahan ini merupakan sebuah gerakan monumental untuk membentengi dan merevitalisasi bahasa Jawa sebagai bahasa ibu di kalangan generasi muda, yang mulai tergerus oleh arus globalisasi dan budaya asing.
-
Festival ini diikuti dengan antusias oleh 380 siswa-siswi yang berasal dari 42 Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Kesesi. Mereka bersaing secara sehat dalam tujuh cabang lomba yang sarat dengan nilai-nilai budaya, yaitu Menulis dan Membaca Aksara Jawa, Mendongeng, Berpidato, Menulis Cerkak (cerita pendek bahasa Jawa), Membaca Geguritan (puisi Jawa), Nembang Macapat, dan Komedi Tunggal.
Acara dibuka dengan meriah dan dihadiri oleh tamu kehormatan yang menunjukkan dukungan penuh dari jajaran pemerintah dan pendidikan setempat. Turut hadir Paryadi, S.Pd., M.AP. selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Kesesi, Dan Kurdisun, S. Pd., M. AP. Selaku K3S kecamatan Kesesi dan penanggungjawab kegiatan
-
Ketua Panitia FTBI 2025, Hadi Sofyan, S.Pd.SD, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi lebih pada upaya pendidikan karakter. "FTBI ini kami selenggarakan dengan tujuan mulia, yaitu untuk menumbuhkan sikap, karakter, pengetahuan, serta wawasan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah. Dengan mengenal bahasa ibu, kita membentuk jati diri yang kuat dan menjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya dari kepunahan,” ujarnya.
Dukungan penuh dari seluruh satuan pendidikan dasar di Kecamatan Kesesi menjadi tulang punggung kesuksesan acara ini. Paryadi, S.Pd., M.AP. sebagai Korwil Kecamatan Kesesi menyampaikan apresiasinya yang tinggi. Ini adalah langkah nyata yang sangat inspiratif. Melalui FTBI, kita tidak hanya menciptakan ruang kreativitas bagi siswa untuk berekspresi, tetapi juga membangun kesadaran dan motivasi sejak dini untuk mencintai dan merawat bahasa ibu sebagai bagian penting dari identitas bangsa,” tuturnya.
-
Kurdisun, S.Pd.,M.AP. juga menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah adalah tanggung jawab bersama. “Revitalisasi bahasa daerah adalah program prioritas. Kami sangat mendukung inisiatif seperti ini karena sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan budaya nasional,” jelasnya. Secara keseluruhan, acara berjalan dengan lancar dan khidmat dari awal hingga akhir. Suasana penuh semangat dan keceriaan terpancar dari para peserta yang dengan bangga menunjukkan kemahiran mereka dalam berbahasa dan berkesenian Jawa.
-
“Alhamdulillah, FTBI Kecamatan Kesesi 2025 dapat terlaksana dengan sukses. Semoga ini bukan menjadi titik akhir, tetapi justru pemantik bagi anak-anak kita untuk terus menggunakan dan melestarikan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Hadi Sofyan menutup kegiatan
Keberhasilan FTBI 2025 ini menjadi bukti bahwa komitmen kolektif dari seluruh elemen pendidikan mampu menciptakan sebuah wadah yang efektif untuk menjaga kelestarian bahasa ibu, menjawab kekhawatiran akan pudarnya budaya lokal di era modern.