Sampang, gertak.id -Polemik tukar guling lahan untuk pembangunan Puskesmas baru di Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, terus bergulir dan memantik tanda tanya besar. Senin (28/07/25)
Meski sudah memasuki tahapan pembangunan, kejelasan soal kekurangan lahan pengganti masih buram, sementara pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang memilih untuk bungkam atau menjawab setengah hati.
Upaya konfirmasi kepada plt Kepala Dinas kesehatan Sampang pun, dr. Lusi tak membuahkan jawaban memadai. Ketika dimintai penjelasan secara rinci, ia hanya menjawab singkat, “Proses sudah selesai,” tanpa merinci seperti apa penyelesaiannya, dan bagaimana dengan kekurangan lahan yang sempat diakui BPKAD.
Pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari warga dan tokoh masyarakat yang merasa ada yang ditutupi dalam proses tukar guling ini.
"Kalau memang sudah selesai, mana buktinya? Luasannya tidak seimbang, nilainya juga tidak jelas. Jangan main mata dengan aset desa," kata seorang warga dengan nada tinggi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Sampang, Achmad Murang, secara terbuka menyatakan bahwa tukar guling telah dilakukan, namun lahan pengganti masih belum sebanding dari sisi luasan. “Dinkes harus menambah kekurangan itu agar seimbang,” ungkapnya kala itu.
Namun hingga kini, belum ada transparansi lanjutan dari pihak Dinkes. Masyarakat menilai, sikap tutup mulut pejabat terkait semakin memperbesar spekulasi bahwa ada yang tidak beres dalam proses ini.
Warga Karangpenang tak ingin pembangunan Puskesmas dikorbankan, namun prosesnya harus terang benderang. "Kami mendukung fasilitas kesehatan dibangun, tapi jangan sampai pembangunan yang niatnya baik justru jadi celah permainan anggaran atau manipulasi aset," tegas warga lainnya.
Kini, sorotan publik tertuju pada keberanian Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Sampang: Apakah berani membuka semua proses ini secara transparan, atau justru terus bersembunyi di balik jawaban normatif?