Absensi Mulus, Sekdes Sukamaju diduga Jarang Muncul di Kantor : Warga Ungkap Praktik Arogan dan Pungli

Photo Author
Atippudin - BiroLebak, Gertakberita.com
- Jumat, 11 Juli 2025 | 01:12 WIB

Lebak, Gertak.id – Pemerintahan Desa Sukamaju, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan publik. Sekretaris Desa (Sekdes) diduga jarang hadir di kantor, namun absensinya tetap tercatat lengkap seolah tidak pernah absen.

Informasi ini disampaikan oleh beberapa warga dan sumber internal desa yang merasa kecewa terhadap kondisi tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa ketidakhadiran Sekdes bukanlah hal baru, namun sudah berlangsung cukup lama.

"Jangan cuma datang untuk isi absen. Kalau memang nggak niat kerja, mending mundur saja," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kritik juga datang dari tokoh masyarakat setempat.

“Kami sangat kecewa. Kantor desa itu tempat rakyat mencari pelayanan, bukan tempat singgah semaunya. Kalau urusan pribadi terus yang diutamakan, sebaiknya jangan rangkap jabatan. Banyak warga yang butuh pelayanan cepat, bukan janji manis,” ujarnya tegas.

Saat dimintai klarifikasi, Sekdes Sukamaju memberikan tanggapan melalui pesan tertulis.

“Alhamdulillah, saya tetap bekerja sesuai jadwal. Bahkan, di luar jam kerja pun saya mendampingi warga yang sakit. Kalau ada keperluan, saya selalu izin ke Pak Jaro,” tulisnya. Ia juga mengakui bahwa minggu lalu sempat tidak masuk selama dua hari karena mengurus anggota keluarga yang menjalani operasi.

Namun sayangnya, pernyataan tersebut belum mampu meredakan kekecewaan warga. Banyak yang menilai alasan-alasan seperti "urusan keluarga" tak sebanding dengan tanggung jawab besar yang melekat pada jabatan publik.

Lebih jauh, beberapa warga mengungkapkan bahwa ketidakpuasan terhadap Sekdes tidak hanya soal kedisiplinan. Mereka menilai sikap oknum Sekdes tersebut cenderung arogan.

“Pelayanannya sering bikin kesal. Kalau bikin KTP, malah suka dimintai uang sampai seratus ribu. Padahal harusnya gratis,” keluh seorang warga lainnya.

Dugaan praktik pungutan liar ini semakin memperparah citra Sekdes di mata masyarakat. Mereka mempertanyakan apakah pengawasan internal desa benar-benar berjalan atau justru membiarkan pelanggaran semacam ini terus terjadi.

Warga pun mendesak Camat Sobang dan Inspektorat Kabupaten Lebak agar segera mengambil tindakan tegas. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Sekdes dinilai sangat penting. Bila terbukti lalai dan menyimpang, sanksi keras harus dijatuhkan agar menjadi pembelajaran dan tidak menular ke perangkat desa lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin - BiroLebak

Rekomendasi

Terkini

X