Bupati Sintang Hadiri Jambore Sekami, Tekankan Nilai Kepedulian

Photo Author
Ahmad Sutikno, Gertakberita.com
- Selasa, 1 Juli 2025 | 22:32 WIB

Sintang, Kalbar, Gertak.id — Bupati Gregorius Herkulanus Bala, menghadiri acara pembukaan Jambore Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami) se-Keuskupan Sintang yang diselenggarakan di halaman Persekolahan Panca Setya 2 Sintang pada Selasa (1/7). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan anak dan remaja.

Kegiatan jambore ini dibuka secara resmi oleh Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, dan turut dihadiri Wakil Bupati Melawi Malin, Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia, anggota DPRD Sintang, para imam, tamu undangan, serta ratusan peserta dari berbagai paroki.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang menekankan pentingnya membangun budaya peduli dan berbagi sejak dini, terutama di kalangan generasi muda Katolik.

"Kita perlu mendorong anak-anak dan remaja untuk peduli dan mau berbagi dengan sesama. Budaya berbagi harus dimulai sejak kecil, karena banyak orang masih sulit untuk berbagi, bahkan ketika memiliki lebih,” ujar Bupati.

Ia mengingatkan bahwa semangat berbagi tidak harus menunggu dalam kondisi berlebihan, melainkan bisa dimulai dari kesederhanaan dan niat yang tulus.

"Banyak orang menunggu punya lebih dulu baru mau berbagi. Padahal, berbagi bisa dilakukan walau dalam keadaan terbatas. Karena kita manusia ini cenderung selalu merasa kurang,” tambahnya.

Bupati juga membagikan pengalaman saat meresmikan gereja di sebuah dusun kecil bersama Uskup Sintang. Meski jemaatnya hanya terdiri dari 13 kepala keluarga, mereka mampu menyelesaikan pembangunan gereja karena kesediaan untuk menyisihkan penghasilan dan berbagi dari kekurangan mereka.

"Itu contoh nyata bahwa semangat berbagi bukan soal jumlah, tapi soal kemauan dan hati yang peduli,” jelasnya.

Ia berharap partisipasi anak-anak dan remaja dalam Jambore Sekami ini dapat menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter yang peduli, inklusif, dan bertanggung jawab.

"Peduli tidak selalu harus dalam bentuk materi. Menyapa, membantu, dan hadir untuk orang lain juga bentuk kepedulian. Jangan hanya peduli kepada yang satu kelompok, tetapi kepada siapa pun,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Sintang mengutip pesan Uskup dan menambahkan refleksi pribadi.

"Bapak Uskup tadi mengajak kita semua menjadi terang dunia. Saya tambahkan, kalau kita belum bisa menjadi lilin yang menyala, maka setidaknya jangan meniup lilin yang sedang menyala,” pungkasnya.

Jambore Sekami ini menjadi bagian dari pembinaan iman anak dan remaja Katolik di Keuskupan Sintang, serta sarana membentuk semangat misioner, kebersamaan, dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Kabiro Sintang: Stk

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ahmad Sutikno

Rekomendasi

Terkini

X