SDN 03 Gembong Sukses Gelar Kurban Idul Adha 1446 H Untuk Edukasi Religius

Photo Author
Ari yanto, Gertakberita.com
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 13:34 WIB

PEKALONGAN- Gertak.id Memantapkan tradisi edukasi keagamaan, SD Negeri 03 Gembong, Kandangserang, Pekalongan, menyembelih 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing dalam peringatan Idul Adha 1446 Hijriyah pada Sabtu, 7 Juni 2025. Kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah ini menjadi tahun kedua pelaksanaan kurban sebagai sarana penanaman nilai islami sejak dini.


-

Dipimpin oleh Cahyono (Perwakilan Komite Sekolah), prosesi ini melibatkan koordinator kelas 6, tokoh masyarakat, pemuda setempat, serta didampingi seluruh dewan guru. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi tripartit sekolah-keluarga-masyarakat dalam membangun kesadaran berqurban.


Edukasi Melalui Patungan, Antisipasi Sifat kikir Kepala Sekolah Edy Suud, S.Pd.SD, menegaskan filosofi unik di balik kegiatan ini. Siswa SD belum mampu berkurban mandiri, maka kami ajarkan sistem patungan (1 Sapi = 7 kambing, 1 kambing = 1/7 sapi). Ini bekal agar kelak dewasa mereka terbiasa berkurban tanpa malas atau kikir. Nilai edukasinya mencakup tiga pilar


meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menanamkan praktik keislaman secara konkret.


-

Dana terkumpul berkisar 17 juta dari Infaq kolektif (siswa, guru, dan KS). Pendanaan menunjukkan peningkatan partisipasi. Infaq Siswa : 128 siswa @ Rp 100.000 = 12.800.000 (naik 100% dari Rp 50.000/anak tahun 2024, atas permintaan orang tua/wali siswa). Infaq KS : 2.000.000 (setara harga 1 kambing = 1/7 sapi) Infaq Guru : 8 guru @ Rp 250.000 = Rp 2.000.000 . Total dana 17 juta dialokasikan untuk pembelian 1 sapi dan 2 kambing sesuai kalkulasi 1 sapi Rp 14.000.000 dan 1 kambing Rp 2.000.000 (alhamdulillah terealisasi 2 kambing atas kemurahan hati penjual).


Ritual slametan dan kebersamaan sebelum penyembelihan, digelar masak bersama warga sekolah pada malam harinya oleh ibu-ibu koordinator kelas (sebanyak 12 orang dari perwakilan kelas 1 s.d. 6 @ 2 orang) .Pagi harinya slametan dilaksanakan dengan pemotongan tumpeng dan pembagian nasi bungkus plus lauk (dari 1 kambing yang disembelih terlebih dulu) untuk seluruh siswa.


Alhamdulillah acara tersebut berjalan lancar tanpa kendala. Tradisi tahun kedua ini semakin menguatkan ikatan kami dalam makna strategis untuk masa depan, tegas Edy Su'ud, S.Pd.SD selaku kepala sekolah.


Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan laboratorium karakter bagi generasi muslim Gembong. Sistem patungan menjadi simulasi tanggung jawab keuangan religius, sementara keterlibatan tokoh masyarakat meneguhkan peran sekolah sebagai pusat peradaban desa.


-

Dua tahun berjalan, kami buktikan bahwa gotong royong pendidikan bisa wujudkan qurban bermakna. Inovasi pendanaan kenaikan infaq siswa menunjukkan kepercayaan orang tua dalam program sekolah.


Efisiensi Logistik Penggunaan satu kambing untuk konsumsi siswa membuktikan manajemen panitia yang matang. Keberlanjutan tradisi tahun kedua menjadi pondasi untuk replikasi di sekolah lain di Pekalongan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ari yanto

Rekomendasi

Terkini

X