SAMPANG, Gertak.id - Karang taruna kabupaten Sampang dan tokoh masyarakat mendatangi Mapolres sampang didampingi kuasa hukumnya Jakfar Sodik, SH, guna melaporkan dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong (Hoax) atau fitnah melalui ITE atau sosmed terhadap Bupati sampang H. Slamet Junaidi. Senin 02-05-2025
Turut hadir dalam pengaduan ketua karang taruna beserta jajarannya se-Kabupaten Sampang, mantan kepala desa, kepala desa dan perwakilan pemudi atau putri Sampang.
Jakfar Sodik, SH, ia menyampaikan di hadapan awak media pihaknya mengatasnamakan aliansi tokoh pemuda dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Sampang melaporkan pemilik akun tiktok @faktapolitiktok yang telah menyebarkan video bohong (Hoax) bupati sampang.
"Kami mengatasnamakan aliansi tokoh pemuda dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Sampang untuk membuat laporan aduan video yang sempat viral kemarin atau beredar di media sosial salah satunya tiktok yang mana video tersebut membuat resah masyarakat Sampang pada umumnya. Paparnya.
Ia melanjutkannya Karena temen-temen Karang taruna dan beberapa mantan kepala desa dan kepala desa yang masih aktif mlihat video tersebut dengan stekma seakan-akan bapak Bupati dan wakil bupati ada perselisihan, sedangkan faktanya beliau berdua.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan atau menyebarkan berita bohong (Hoax) dan juga kami tekankan kepada penyidik barusan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Hukuman bagi pelanggar pasal ini adalah pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar, dan Pasal 45A ayat (2):Menjelaskan sanksi bagi yang menyuruh atau turut serta dalam melakukan pelanggaran Pasal 28 ayat (1). Tegasnya
-
" Untuk masalah hubungan bpk bupati dan wakil bupati Kamilah yang tau persis seluk-beluknya. Ujarnya
Senada dengan hal tersebut Mala perwakilan perempuan sampang dalam bersosmed Berhati-hatilah dan jangan membuat resah dengan video yang di unggah.
"Gunakanlah media sosial dengan bijak, jangan pernah memberikan stekma atau narasi yang bikin resah masyarakat," Ucapnya (Moch)