Nabire, Gertak.id
Insiden pembakaran Kantor Balai Kampung Bomopai mengguncang Kampung Bomopai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Senin (8/5/2025). Aksi ini diduga dilakukan oleh sekelompok warga dari Marga Boma, yang juga merusak sejumlah properti lainnya.
-
Peristiwa yang berlangsung dari pukul 10.00 WIT hingga 16.00 WIT ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan kantor kampung serta dua rumah warga. Tercatat, rumah milik tokoh agama Distrik Yaro, Pdt. Matius Makai, menjadi sasaran perusakan, yang kemudian dibalas dengan tindakan serupa terhadap rumah Kepala Kampung Ororodo, Silas Boma.
Ketegangan bermula sekitar pukul 09.30 WIT, ketika kelompok dari Marga Boma menyerang rumah Pdt. Matius Makai. Merespons tindakan tersebut, keluarga Makai dilaporkan melakukan perusakan terhadap rumah Silas Boma. Selang waktu tak lama, massa dari Marga Boma membakar Kantor Balai Kampung Bomopai sebagai bentuk aksi lanjutan.
-
Kepolisian segera merespons. Sekitar pukul 10.30 WIT, Kapolsek Nabar, IPDA Bogi Transtanto, SH, bersama sejumlah personel turun ke lokasi dan mengamankan enam orang yang diduga terlibat: Hana Boma, Marius Kedeikotouw, Elisabet Boma, Bernadus Kedeikotouw, Hosea Kodokotouw, dan Yacob Boma.
Adapun kerugian yang dialami oleh masyarakat diantaranya satu unit Kantor Kampung Bomopai hangus terbakar, rumah Pdt. Matius Makai mengalami kerusakan kaca jendela, rumah Silas Boma juga mengalami kerusakan serupa. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini.
Konflik ini diduga dipicu oleh ketegangan terkait batas wilayah antara Marga Boma dan sejumlah marga lain di Distrik Yaro, termasuk Kegou, Makai, Mekei, dan Magai. Sebelumnya telah dilakukan mediasi di Polres Nabire yang menghasilkan kesepakatan batas wilayah. Namun, pihak Marga Boma mengklaim tidak dilibatkan dalam proses penandatanganan, yang memicu ketidakpuasan dan protes yang berujung pada aksi kekerasan.
Pada pukul 13.00 WIT, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, bersama Sekretaris Daerah Piter Erari, mengunjungi Polsubsektor Yaro untuk meredakan ketegangan. Mereka mengimbau seluruh masyarakat dari marga yang terlibat untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat hukum.
Hingga sore hari, kondisi di Kampung Bomopai dan Ororodo telah berangsur kondusif. Polres Nabire masih menempatkan personel di lapangan untuk menjaga keamanan. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.IK, memastikan proses hukum akan berjalan terhadap semua pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran dan perusakan.
L.E. Nainggolan