Kisah Pendamping PKH Banten ; Hadapi Medan Sulit Demi Verifikasi Data DTSEN

Photo Author
Atippudin - BiroLebak, Gertakberita.com
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 14:44 WIB
Doc : Foto/Kemensos.go.id
Doc : Foto/Kemensos.go.id

Serang Banten, Gertak.id - Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Banten menghadapi berbagai tantangan saat melakukan verifikasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di lapangan. Jum'at, (21/3/25)

Mereka tak hanya sekadar mencatat data, tetapi juga harus menembus medan sulit, termasuk menjangkau daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.

Dilansir dari Laman Website Kemensos RI, Salah satu pendamping, Anis Fuad, yang bertugas di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, mengemban tanggung jawab terhadap 468 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di empat desa. Sebanyak 363 di antaranya menjadi sasaran ground checking DTSEN.

Salah satu desa yang ia dampingi, Wargasara, berada di seberang lautan, sekitar 24 mil dari pusat Kabupaten Serang. Di desa tersebut, terdapat 75 KPM yang harus diverifikasi.

"Sudah dilakukan dari tanggal 2 Maret 2025," kata Fuad.

Hingga kini, ia telah mendata 115 KPM dari total 397 targetnya. Namun, verifikasi di pulau baru bisa dilakukan setelah Lebaran.

"Saat ini masih bulan puasa, jadi setelah Lebaran baru ke sana," ujarnya.

Fuad menilai metode ground checking kali ini lebih akurat dibanding sebelumnya, karena mencakup detail kondisi rumah, aset, hingga tingkat ekonomi keluarga penerima manfaat.

Ia juga mengungkapkan bahwa kendala seperti gangguan aplikasi dan jaringan internet sempat muncul, namun kini sudah teratasi.

Fuad mengajak rekan-rekan pendamping PKH lainnya untuk tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugas mereka, karena data ini sangat penting bagi berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait.

"Data ini ditunggu banyak pihak, bukan hanya kementerian, tapi juga lembaga lain. Jadi, kita harus bekerja sebaik mungkin," katanya.

Sementara Tantangan serupa juga dialami oleh Ikhwan, pendamping PKH di Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. Ia bekerja seorang diri untuk mendampingi sekitar 1.600 KPM di sembilan desa.

Salah satunya, Desa Pulopanjang, berada di sebuah pulau yang hanya bisa dijangkau dengan kapal motor selama 20 menit.

Meski menghadapi medan sulit, ia tetap berkomitmen menyelesaikan tugasnya dan mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak menunda pekerjaan agar proses verifikasi berjalan lancar.

Selama dua minggu terakhir, Ikhwan telah menyelesaikan pendataan terhadap 116 KPM. Ia menyadari tugas ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Di luar sana, mereka berharap progres terbaik. Tunjukkan kinerja terbaik kita untuk mereka," katanya.

Segala sesuatu kalau terus dikerjakan pasti selesai. Tapi kalau ditunda-tunda, meskipun tugasnya di belakang rumah pun, tetap tidak akan selesai," pungkasnya, menyemangati.

Di tengah medan yang berat dan suasana bulan Ramadan, para pendamping PKH di Banten terus berjuang memastikan data yang dikumpulkan akurat, sehingga bantuan sosial dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.

(Anx/AP)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin - BiroLebak

Rekomendasi

Terkini

X