Sintang, Kalbar, Gertak.id - Pertunjukan ular naga di Sintang semakin memeriahkan suasana perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Dengan iringan musik khas, para pemain menunjukkan kelihaian mereka dalam menggerakkan naga, menciptakan gerakan yang dinamis dan penuh energi. Selasa, 4 Februari 2025.
Menariknya, para pemain bukan hanya warga Tionghoa namun juga dari berbagai etnis, ini menunjukkan bahwa perayaan Imlek bukan hanya milik komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Sintang secara keseluruhan.
-
Dengan rute dari Simpang Lima, Mapolres, hingga seputar GOR, tentu suasana kota semakin hidup.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pengendara dan pejalan kaki yang berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan ini. Hal ini menunjukkan betapa besarnya daya tarik budaya dalam perayaan Imlek di Sintang.
"Kami terkesan dengan atraksi ular naga tersebut. Para pemainnya juga ramah mau menyapa penonton. Mereka semangat dan energik berjalan keliling kota", ujar Sajid, salah seorang warga yang melintas.
Tradisi pertunjukan ular naga yang berkeliling kota benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan dan keberuntungan dalam perayaan Imlek.
Mereka mampir ke rumah dan toko yang dilewatinya. Kebanyakan pemilik rumah ataupun toko telah menyiapkan angpau untuk para pemain ular naga.
Ritual pemberian angpau kepada pemain ular naga tersebut, tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga simbol harapan akan perlindungan dan keberkahan.
Kehadiran naga dalam perayaan ini sangat relevan, mengingat tahun ini adalah tahunnya Naga.