Basarnas Hentikan SAR Arupadhatu 1, 5 Jurnalis dan 3 Kru Belum Ditemukan

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB
Operasi SAR Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal dihentikan Basarnas Banten setelah 10 hari pencarian./Dok.Tribunlampung/Gertak.id
Operasi SAR Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal dihentikan Basarnas Banten setelah 10 hari pencarian./Dok.Tribunlampung/Gertak.id

GERTKA.ID, BANTEN - Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan Basarnas Banten pada Kamis, 17 September 2026.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan penghentian dilakukan setelah proses pencarian berlangsung selama 10 hari tanpa menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

“Dari semua yang kita evaluasi, di awal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga,” kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut juga telah disampaikan kepada unsur Polair dan TNI AL. Basarnas kemudian mengacu pada ketentuan operasi SAR yang berlaku.

“Tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed,” tambahnya.

Selama proses pencarian, operasi melibatkan unsur Basarnas Banten, Kantor SAR Lampung, hingga Kantor SAR Bengkulu. Namun, tim gabungan belum menemukan tanda yang mengarah pada keberadaan Arupadhatu 1 maupun delapan penumpangnya.

Selain itu, Polda Bengkulu turut terlibat dalam proses identifikasi temuan jenazah di Pulau Enggano. Hingga kini, hasil pemeriksaan DNA jasad tersebut belum keluar sehingga belum dapat dipastikan berkaitan dengan kasus hilangnya Arupadhatu 1.

“Dari kami sendiri juga Basarnas Banten, kantor SAR Lampung dan kantor SAR Bengkulu (juga terlibat),” terang Al Amrad.

Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas Banten menyatakan pencarian dapat kembali dibuka apabila terdapat informasi atau temuan material yang berkaitan dengan Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang hilang.

Karena itu, informasi dari kapal-kapal yang melintas di kawasan Selat Sunda tetap disebarluaskan. Basarnas juga meminta nelayan dan masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Arupadhatu 1 segera melapor.

“Kami juga sudah menyampaikan e-broadcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut (sekitar Selat Sunda),” beber Al Amrad.

“Kami akan memperkuat lagi dengan e-broadcast, jika ada informasi atau temuan, tentu akan kami tindak lanjuti,” tandasnya.

Sementara itu, dukungan masyarakat terhadap pencarian sebelumnya terlihat di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ratusan warga dari sejumlah kampung menggelar doa bersama di Posko SAR Basarnas, Pantai Marina Carita, pada Jumat malam, 11 September 2026.

Keluarga awak kapal yang ikut dalam perjalanan bersama lima jurnalis juga hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana haru terlihat ketika sejumlah anggota keluarga menahan kesedihan selama doa bersama berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X