"Bandung memiliki karakter masyarakat yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami berharap semakin banyak warga yang beralih menggunakan kendaraan rendah emisi sehingga kualitas lingkungan juga semakin baik," katanya.
Menurut Erwin, penggunaan kendaraan berteknologi baru menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi karbon di tengah tingginya jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung.
Dukungan juga datang dari komunitas pengguna BYD. Ketua Umum Beyond Community, Eko Budiharsono, mengatakan komunitas yang berdiri sejak BYD hadir di Indonesia tersebut kini telah memiliki lebih dari 3.000 anggota.
Menurutnya, layanan purnajual menjadi salah satu keunggulan yang dirasakan para pengguna, mulai dari ketersediaan suku cadang, layanan darurat, hingga pembaruan perangkat lunak kendaraan yang dapat meningkatkan performa sekaligus efisiensi energi.
"Kami merasakan layanan after sales BYD sangat baik. Komunikasi dengan principal juga terbuka sehingga berbagai persoalan bisa cepat diselesaikan. Itu yang membuat kepercayaan pengguna terus meningkat," katanya.
Artikel Terkait
BYD Hadirkan Pengalaman All-Terrain NEV di Zhengzhou, Uji Ketangguhan Kendaraan Listrik di Medan Ekstrem
BYD Di-Space Zhengzhou: Museum Sains NEV Pertama di Tiongkok, Hadirkan Edukasi dan Pengalaman Imersif untuk Publik
Komunitas BEYOND Ramaikan Booth BYD di IIMS 2026
Pasar Otomotif Januari 2026 Tumbuh, BYD Perluas Lini SUV Listrik di Indonesia