PONOROGO, Gertak.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Ngrayun, Ponorogo buka suara mengenai temuan belatung di bandeng presto yang dibagikan.
Belum lama ini beredar video tentang bandeng presto dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk salah satu SMA di Ngrayun, Ponorogo yang terdapat belatung hidup.
Dalam pernyataannya, pihak SPPG meminta maaf dan mengakui bahwa kejadian tersebut murni kesalahan dari pihak dapurnya sendiri.
Beli Bandeng Presto dari Supplier dan Dikemas di Dapur SPPG
Pihak SPPG Cahaya Ngrayun mengungkapkan bahwa bandeng presto tidak diproduksi di dapurnya sendiri.
Pasalnya, ada pihak supplier yang bekerja sama, sedangkan proses pengemasan dilakukan dengan vakum di dapur. “Kami membeli bandeng presto dari supplier dan packing dengan vakum di dapur,” ungkap pihak SPPG dalam keterangan resminya pada Sabtu, 7 Maret 2026.
“Menu adalah bandeng presto tulang lunak, sehingga memang tekstur lembek dan berbau amis khas bandeng,” imbuhnya.
Klaim Pengemasan Sudah Sesuai Standar
Lebih lanjut, pihak SPPG juga mengklaim bahwa selama proses pengemasan sudah dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. “Saat packing dan distribusi telah dilaksanakan sesuai standar keamanan pangan dengan mengenakan APD lengkap,” terangnya.
Janji Bakal Beri Pengganti Menu
Dalam pernyataan yang sama, pihak SPPG juga menjanjikan akan memberikan menu pengganti bandeng presto tersebut.
Penggantinya akan diberikan berbarengan saat pembagian MBG pada Senin, 9 Maret 2026 mendatang. “Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan memberikan pengganti menu bandeng presto yang tidak layak,” ungkap pihak SPPG.
Mengenai penggantian menu, SPPG tersebut juga memastikan tidak akan mengambil dari jatah uang MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Penggantian menu tidak mengambil dari anggaran MBG, sepenuhnya akan ditanggung oleh mitra,” tegasnya.