Dengan berbagai temuan tersebut, muncul dugaan bahwa pelaksanaan proyek belum sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis dan dokumen kontrak. Kondisi ini dinilai berpotensi menurunkan mutu konstruksi serta membahayakan keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.
Sejumlah pihak berharap Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Tengah bersama konsultan pengawas dapat turun langsung ke lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan serta mencegah potensi penyimpangan dana APBN agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.