Ramadhan 1447H, Warga Sampang di Hibur Tradisi Kesenian Musik Daol Combodug jelang Sahur

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Minggu, 1 Maret 2026 | 04:03 WIB
Ramadhan 1447H, Warga Sampang di Hibur Tradisi Kesenian Musik Daol Combodug jelang Sahur
Ramadhan 1447H, Warga Sampang di Hibur Tradisi Kesenian Musik Daol Combodug jelang Sahur

 

SAMPANG, Gertak.id – Warga Kota Sampang di Hibur Kesenian Musik Daol Combodug yang Digelar Jelang Sahur di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah di Sepanjang jalan kota Sampang, Madura, Jawa timur, Minggu (01/03/2O26) Malam.

Banyak cara dilakukan untuk membangunkan warga saat sahur di bulan suci Ramadhan, salah satunya dengan menggunakan kesenian musik tradisional daerah. Tradisi musik Daol Combodug misalnya, tradisi ini berlangsung setiap tahun di bulan Ramadhan, terdiri dari sejumlah alat musik seperti ketipung, Gendang, suling, Pianika,Simbal dan lainnya, di sepanjang jalan Imam Bonjol, wahed Hasyim dan depan monomen Trunojoyo Kota Sampang.

Arif mewakili daol combo Tenten Sakteh Sampang mengungkapkan, “Bagaimana tradisi daol combo ini sudah berjalan lama dari nenek moyang kita, masyarakat juga menunggu bukan terganggu akhirnya kami dari daol combo Tenten Sakteh ikut berpartisipasi,”ujar Arif

Sugianto menambahkan, banyak cara dilakukan untuk membangunkan warga saat sahur di bulan suci Ramadhan, salah satunya dengan menggunakan kesenian musik tradisional daerah. Tradisi musik daol combodug misalnya, tradisi ini berlangsung setiap tahun di bulan Ramadhan, terdiri dari sejumlah alat musik di sepanjang jalan di kota Sampang. 

Syaiful bagian dari daol combo Tenten Sakteh Sampang mengatakan, sangat senang dan sudah menjadi favorit warga di Kota Sampang, untuk berduyun-duyun pada dini hari hanya sekadar ingin menonton beberapa kelompok Musi Daol Combo diantaranya, Tenten Sakteh, Remaja Putra Suhadak (RPS), PH. Kamboja, Panglima Reborn, Remaja kleleng, Delima dan banyak lainnya.

“Kesenian musik Daol Combo ini sangat unik, selain untuk membangunkan orang sahur, juga menjadi tontonan favorit di bulan Ramadhan,” ucapnya

Sajian musik tradisional yang enak didengar ini apalagi digelar di waktu dini hari yang sunyi dan tenang ini akan membuat warga penasaran akan lantunan musik yang dimainkan. 

Sementara itu, Anang salah satu warga juga menyampaikan bahwa saat ini kecintaan terhadap tradisi dan budaya musik daul combodug ini sudah mulai merambah ke anak usia dini. Banyak anak kecil yang ikut, bahkan ada yang bisa memainkan alat musik dan ikut , sehingga kegiatan positif ini sebagai salah satu cara melestarikan budaya musik tradisional.

“Semoga tradisi musik Saur Daol Combodug bisa dilestarikan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya lokal masyarakat Kota Sampang, saat melakukan ibadah makan sahur,” ungkapnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X