Viral Mahasiswa di Kalsel Bongkar Skandal Izin Tambang ke Wapres Gibran, 180 Kasus

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Selasa, 13 Januari 2026 | 18:46 WIB
Viral Mahasiswa di Kalsel Bongkar Skandal Izin Tambang ke Wapres Gibran, 180 Kasus
Viral Mahasiswa di Kalsel Bongkar Skandal Izin Tambang ke Wapres Gibran, 180 Kasus

 

 

KALIMANTAN SELATAN, Gertak.id - Linimasa media sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan tentang sejumlah mahasiswa di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menyampaikan aspirasinya kepada Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka.

Diketahui, momen tersebut terjadi saat Gibran meninjau lokasi banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Kamis (08/01/2026). Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Selasa, 13 Januari 2026, terlihat momen Gibran berdialog langsung dengan sejumlah mahasiswa di sekitar lokasi bencana. "Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait evaluasi pengelolaan sumber daya alam," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

"Terutama tambang ilegal yang dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan risiko banjir," sambungnya.

Pada sebuah cuplikan video itu, terlihat seorang mahasiswa yang mengeluhkan sejumlah permasalahan yang terjadi di wilayahnya. Berikut ini poin-poin penjelasannya. Bongkar 180 dugaan kasus tambang ilegal. Pada momen itu, seorang mahasiswa mengungkapkan terkait dugaan kasus tambang ilegal di sejumlah wilayah Kalsel. "Selama ini di Kalimantan Selatan, ada izin-izin pertambangan," tuturnya.

"Ditemukan kurang lebih, 180 (kasus) tambang ilegal berdasarkan kajian kami," tegas mahasiswa itu.

Mahasiswa yang belum diketahui identitasnya itu, menyebut Gibran sebagai Wapres RI turut andil dalam penyelesaian kasus tersebut. "Kami sampaikan ini ke bapak, sebagai RI 2, dapat menyelesaikan semua bersama menteri yang terkait," ujarnya. 

"Hal tersebut karena hari ini, bapak lihat, (pemerintah) Kalimantan Selatan memberikan izin tambang batu bara, kelapa sawit dan lain-lain," imbuh sang mahasiswa.

Minimnya sumur resapan banjir. Dalam kesempatan yang sama, seorang mahasiswa juga turut mengemukakan ihwal tata ruang kota di Kalsel yang dinilai minim sumur resapan banjir. Bagi yang belum tahu, sumur resapan banjir adalah konstruksi lubang buatan di tanah yang berfungsi menampung air hujan agar meresap perlahan ke dalam tanah.

Hal tersebut, berfungsi untuk mengurangi limpasan permukaan penyebab genangan dan banjir, serta mengisi kembali cadangan air tanah. "Kita tidak punya sumur resapan, semua (warga) resah," tutur mahasiswa itu.

"Kita memerlukannya, karena setiap tahun kita menjadikan seolah banjir ini rutinitas tahunan dan dianggap biasa-biasa saja," tambahnya.

Tak harapkan bansos, tapi solusi konkrit. Di lokasi bencana banjir, Kabupaten Banjar, para mahasiswa memastikan warga setempat membutuhkan solusi konkret atau nyata, benar-benar ada. "Kita tidak berharap bansos dan lain sebagainya, yang kita harapkan adalah solusi konkret," tegasnya. 

"Agar warga dapat menjaga perekonomiannya. warga dapat bekerja dengan semestinya," imbuh sang mahasiswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X