Seskab Teddy Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Masif, Pakar Nilai Momentum Jelaskan Kinerja Pemerintah

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 24 Desember 2025 | 11:44 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya dinilai berupaya menjawab keresahan publik terkait penanganan bencana di Sumatera. (Dok. Setkab RI)
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya dinilai berupaya menjawab keresahan publik terkait penanganan bencana di Sumatera. (Dok. Setkab RI)

Jakarta, Gertak.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan penanganan bencana di Sumatera terus dilakukan secara masif oleh pemerintah. Upaya tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menjelaskan progres penanganan bencana kepada publik.

Penilaian itu disampaikan Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Ia menilai keterlibatan Seskab dalam menyampaikan perkembangan penanganan bencana menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons situasi di Sumatera.

“Menurut saya ada kesempatan luar biasa bagi pemerintah dalam menjelaskan penanganan bencana Sumatera yang seolah-olah (disebut) tidak optimal,” kata Trubus dalam keterangannya, Selasa, 23 Desember 2025.

Trubus menilai pemerintah terus bergerak menangani dampak bencana. Namun, ia mengakui luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Ia juga membandingkan kondisi saat ini dengan peristiwa Tsunami Aceh 2004. Menurutnya, pada masa itu pemerintah menetapkan status bencana nasional karena keterbatasan instrumen penanganan.

“Misalnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum terbentuk, kemudian anggaran APBD juga belum ada mengenai status tanggap darurat," ujar Trubus.

"Sehingga pilihannya cuma menetapkan bencana nasional,” imbuhnya.

Berkaca dari kondisi tersebut, Trubus mendorong penguatan kemandirian pemerintah daerah dalam menghadapi bencana. Ia menilai situasi di Sumatera mencerminkan lemahnya kesiapan daerah, baik pada tahap pra-bencana, saat kejadian, maupun pascabencana.

“Harusnya pada pra itu kan ada sosialisasi, pendidikan dan lain-lain," sebut Trubus.

"Contoh di Yogyakarta, ketika gunung meletus itu warganya tidak teriak-teriak karena sudah tau mau ke mana. Atau Lumajang saat Gunung Semeru meletus,” sambungnya.

Lebih lanjut, Trubus menilai langkah Seskab Teddy yang menjelaskan penanganan bencana secara rinci setidaknya mampu merespons keresahan publik. Menurutnya, bencana di Sumatera telah memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat.

“Ya menjawab keeresahan publik, paling tidak menjawab dinamika yang terjadi di persepsi publik, karena bencana ini jadi menimbulkan persepsi publik,” tutup Trubus.

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya telah memaparkan langkah-langkah penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di Sumatera. 

Pernyataan tersebut sekaligus menepis narasi yang menyebut pemerintah tidak bekerja, karena sejak hari pertama bencana pada 26 November 2025, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah bergerak melakukan penanganan berskala nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Rekomendasi

Terkini

X