“Tidak ada larangan dan kemarin saya dengar orang mencari mayat-mayat tapi semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semuanya lancar,” ucap Mualem usai rapat dengan Presiden Prabowo di Aceh, Minggu malam, 7 Desember 2025.
Ia menilai bantuan tersebut harus dipermudah. “Mereka tolong kita, masa kita persulit, kan bodoh,” tuturnya.
Terkait tim dari China, Mualem menegaskan bahwa mereka memiliki keahlian khusus dalam pencarian jenazah korban yang masih tertimbun lumpur.
“Itu kepakaran mereka, itu tugas mereka yang datang ke sini,” katanya. Ia juga menekankan bahwa tim tersebut bukan berasal dari Pemerintah China, melainkan dari organisasi kemanusiaan. “Itu saya rasa dari LSM juga berkaitan dengan Pemerintah,” tukasnya.***