SAMPANG, Gertak.id — Pemerintah Kabupaten Sampang resmi mengukuhkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Kabupaten Sampang dalam acara yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja setempat, Rabu (10/12/2025). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelatihan peningkatan kapasitas bagi seluruh pengurus ULD-PB guna memperkuat kesiapsiagaan bencana yang inklusif.
Pengukuhan ini dihadiri bupati Sampang yang diwakili oleh Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan, Kepala Bakorwil IV Pamekasan, perwakilan Siap Siaga Jawa Timur (Program Pemerintah Australia), pengurus ULD-PB Jawa Timur, Kasi PK BPBD Kabupaten Sampang Ahmed Basori, perangkat kecamatan se-Kabupaten Sampang, RSUD dr. Mohammad Zyn, serta relawan Destana dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menegaskan bahwa dibentuknya ULD-PB adalah bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang untuk mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berpihak kepada penyandang disabilitas. “Ini adalah langkah inovatif dan transformatif bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan kerja kolektif, termasuk peran serta saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.
“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan perlindungan, akses layanan, hingga keterlibatan dalam pengambilan keputusan kebencanaan. ULD-PB adalah jawaban struktural atas kebutuhan itu,” imbuhnya.
Wabup juga menegaskan bahwa Sampang masih memiliki potensi ancaman bencana, sehingga berbagai elemen harus memperkuat kemampuan mitigasi dan respons agar dampak bencana dapat diminimalkan. “Sampang belum sepenuhnya bebas dari ancaman banjir dan bencana lain. Karena itu, penguatan kapasitas dan koordinasi adalah keharusan. Lewat pelatihan ini, saya berharap kemampuan ULD-PB meningkat sehingga kesiapsiagaan dapat terbentuk secara maksimal,” ujar Wabup.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sampang, Ahmed Basori, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan tonggak penting dalam memastikan layanan kebencanaan di Sampang semakin ramah disabilitas. “BPBD Sampang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dengan adanya ULD-PB, kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan akses, perlindungan, dan pendampingan yang setara dalam setiap fase penanggulangan bencana,” ungkapnya.
“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama ULD-PB Jatim dan Program Siap Siaga. Sinergi ini harus menjadi budaya kerja ke depan,” tambah Basori.
Acara pelatihan yang berlangsung hingga 12 Desember 2025 ini berfokus pada peningkatan kapasitas, pemahaman kerentanan disabilitas, simulasi penanganan darurat, serta penguatan sistem layanan kebencanaan yang inklusif. Melalui pengukuhan ULD-PB, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap adanya percepatan dalam penguatan ketangguhan wilayah, serta memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki perlindungan dan akses yang layak saat menghadapi bencana.