Menko PMK dan Wadirut MIND ID Tegaskan Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Naik Kelas dan Tekan Kemiskinan di Bawah 5 Persen

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 12 Februari 2026 | 14:32 WIB
Dany Amrul Ichdan: Hilirisasi Ubah Keunggulan Alam Jadi Kekuatan Industri Nasional./Dok.Mind id
Dany Amrul Ichdan: Hilirisasi Ubah Keunggulan Alam Jadi Kekuatan Industri Nasional./Dok.Mind id

Bandung, Gertak.id - Pemerintah terus mendorong program pemberdayaan masyarakat guna menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga di bawah 5 persen pada 2029. Ke depan, pembangunan tidak lagi bertumpu pada bantuan sosial semata, melainkan pada penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan produktif, sejalan dengan percepatan hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Konsep Indonesia Naik Kelas yang diangkat dalam buku karya Dany Amrul Ichdan dinilai selaras dengan arah kebijakan tersebut. Gagasan ini menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang diiringi pemerataan manfaat agar penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan program strategis pemerintah yang berdampak luas, tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga sosial.

“Program hilirisasi dan industrialisasi harus beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat, sehingga tercipta berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sangat penting untuk mewujudkan ekonomi tanpa ketimpangan,” ujarnya dalam Studium Generale dan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan hilirisasi dan industrialisasi akan memicu lahirnya berbagai program peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja produktif di daerah. Selain itu, sektor pendidikan akan terdorong menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri.

“Hilirisasi dan industrialisasi tidak boleh berhenti di pembangunan smelter, tetapi harus diikuti dengan adopsi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia unggul sehingga semakin mampu mendukung pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Direktur Utama MIND ID sekaligus penulis Indonesia Naik Kelas, Dany Amrul Ichdan, menyatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk tumbuh lebih cepat dan strategis.

“Kita diberkahi sumber daya alam yang hari ini justru menjadi komoditas paling relevan di ekonomi global. Ini bukan sekadar kekayaan alam Ini adalah potensi yang besar,” kata Dany.

Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi fondasi lompatan industri nasional apabila dikelola secara tepat. “Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya. Tantangannya ada pada instrumen, kualitas tata kelola dan strategi pengelolaannya,” terangnya.

Ia menambahkan, hilirisasi merupakan instrumen untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. Ketika nilai tambah diciptakan di dalam negeri, pertumbuhan tidak hanya tercermin pada peningkatan ekspor, tetapi juga pada lahirnya lapangan kerja berkualitas, penguatan basis industri nasional, serta berkembangnya ekonomi daerah.

“Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan tentang pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif,” ujarnya.

Dany mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi hilirisasi yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan menciptakan efek berganda di berbagai sektor. “Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal,” ujarnya.

Melalui forum akademik tersebut, ITB menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog strategis kebangsaan sekaligus mendorong sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X