"SL Melati ini bisa menjadi salah satu contoh terbaik. Kita monitoring best practise SL Melati ini seperti apa, harapannya bisa jadi pilot projek sekolah lansia di Indonesia," ucap Yanuar.
Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) Kabupaten Bandung, HM, Hairun menyatakan, kegiatan Sekolah Lansia ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Bandung dengan Kementerian PANRB, Kemenenterian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), juga Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).
"SL Melati ini dibentuk dan dikelola oleh Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang sudah mandiri yang sekarang ditinjau Kemenpan RB karena lansia ini juga kan menyangkut pelayanan publik, selain kalangan anak-anak, perempuan dan disabilitas," jelas HM, Hairun.
Menurutnya Pemkab Bandung sangat mendukung kegiatan Bina Keluarga Lansia ini sebagaimana salah satu misi Kabupaten Bandung yaitu meningkatkan kualitas SDM berakhlak dan berkarakter dengan didukung keberpihakan penguatan kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan dan mendorong perlindungan anak.
"Dukungannya ini antara lain diwujudkan melalui kolaborasi antara Pemkab Bandung dengan tiga kementerian, yaitu Kemenpan, Kemendukbangga dan Kemnaker yang menaruh perhatian terhadap warga lansia," kata Hairun.
HM. Hairun menjelaskan, secara demografi dan piramida penduduk, saat ini kondisinya sudah berubah di mana penduduk usia lansia jumlahnya meningkat.
"Kenapa usia lansia meningkat? Karena Angka Harapan Hidup pendududuk Indonesia yang semakin meningkat," jelas Hairun.
Selain dengan kolaborasi antar lembaga/kementerian, Program Bina Keluarga Lansia juga dibina oleh para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), P3K dan Tenaga Penggerak Desa (TPD).
"Pembinaannya terbatas pada aspek kesehatan, pola hidup keluarga lansia dan life skill. Itu pun terbatas sehingga tidak optimal dalam upaya mensejahterakan lansia," ungkap Hairun.
Oleh karena itu, imbuh Hairun, dengan adanya kolaborasi antar kementerian ini lebih inklusif dalam pelayanan publik kepada lansia dan bisa memperluas jangkauan.
"Dengan kolaborasi ini tidak lagi sebatas aspk kesehatan, pola hidup dan life skill saja. Tapi juga secara aspek ekonomi melalui program dari kementerian yang menyentuh kaum lansia, sehingga dapat membentuk lansia berdaya di Kabupaten Bandung," pungkas Hairun.
Waic