teknologi

Kargo Technologies Perkenalkan Identitas Baru dan Dorong Elektrifikasi Armada Logistik hingga 40.000 Kendaraan pada 2035

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:20 WIB
Kargo Technologies, perusahaan teknologi logistik terkemuka di Asia Tenggara, resmi meluncurkan program kemitraan logistik berbasis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). (Dok. Kargo Technologies)

Gertak.id — Kargo Technologies, perusahaan teknologi logistik terkemuka di Asia Tenggara, resmi meluncurkan identitas visual baru sekaligus memperkenalkan program elektrifikasi armada logistik berbasis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan armada EV terbesar di kawasan Asia Tenggara dan memperkuat jaringan logistik berkelanjutan.

Dalam acara yang digelar di Jakarta, Kargo Technologies menargetkan pengoperasian lebih dari 500 unit EV pada 2025, meningkat menjadi 2.500 unit pada 2026, hingga mencapai elektrifikasi penuh seluruh armada pada 2035. Inisiatif ini bukan sekadar modernisasi, tetapi juga menjadi fondasi “Electrified Silk Road”, jaringan logistik cerdas berbasis kecerdasan buatan yang menghubungkan Asia Tenggara, Tiongkok, dan Timur Tengah.

Tiger Fang, CEO dan Founder Kargo Technologies, menjelaskan bahwa kendaraan listrik memungkinkan perusahaan untuk mengubah logistik dari sekadar pemindahan barang menjadi sistem terintegrasi yang dapat diukur, dianalisis, dan ditingkatkan secara berkelanjutan. “Kendaraan listrik memungkinkan kita melihat logistik bukan sekadar aktivitas pemindahan barang, tetapi sebagai sebuah sistem terintegrasi yang dapat dianalisis, diukur, dan terus ditingkatkan,” ujar Tiger.

Kolaborasi dengan Pelanggan dan Mitra Korporasi

Kargo Technologies saat ini bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk SPX, Astro, Teleport, dan Modena, untuk mulai mengalihkan sebagian rute logistik mereka ke armada EV. Para pengguna awal ini mengintegrasikan rute tertentu dengan armada elektrik Kargo untuk menyelaraskan pertumbuhan komersial dengan target dekarbonisasi.

Program kemitraan ini juga dirancang untuk membantu perusahaan memenuhi komitmen lingkungan dan keberlanjutan (ESG), sekaligus memberikan visibilitas operasional yang transparan dan real-time melalui platform Kargo Nexus. Dengan pengawasan berbasis data, perusahaan dapat menilai efisiensi energi, biaya operasional, dan performa armada listrik secara menyeluruh.

Identitas Baru, Visi Jangka Panjang

Dalam kesempatan yang sama, Kargo Technologies memperkenalkan logo baru yang memadukan dua panah diagonal dengan simbol kilat di tengah. Panah melambangkan hubungan operasional antara Kargo, mitra, dan pelanggan, sedangkan kilat merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap teknologi listrik.

Identitas ini menjadi simbol arah strategis perusahaan untuk sepenuhnya bertransisi ke operasi logistik rendah emisi, sekaligus mengorkestrasi jaringan logistik lintas negara di sepanjang Electrified Silk Road.

Dukungan Pemerintah dan Industri

Acara peluncuran Kargo Technologies dihadiri lebih dari 150 pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah, produsen EV, lembaga pembiayaan, dan media. Anindya Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia, menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam implementasi transisi energi di sektor logistik. “Pemerintah telah menyusun arah yang jelas untuk transisi energi, tetapi sektor privat lah yang harus menerjemahkannya menjadi proyek nyata, armada nyata, dan lapangan kerja nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, menekankan peluang kolaborasi industri EV antara Tiongkok dan Indonesia, yang tidak hanya mendorong transisi energi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub manufaktur EV regional.

Tahapan Implementasi dan Dampak terhadap Industri Lokal

Kargo Technologies memulai program pilot dengan sejumlah pelanggan korporasi pada akhir 2025 untuk mengukur efisiensi energi, kesiapan infrastruktur, serta mendapatkan umpan balik dari pengguna awal. Perusahaan menargetkan armada EV lebih dari 500 unit pada 2025 dan 2.500 unit pada 2026 sebagai fondasi menuju elektrifikasi penuh pada 2035.

Program ini juga mendorong kolaborasi dengan produsen EV lokal dan internasional seperti Foton, JAC, Wuling, dan VKTR yang telah memproduksi kendaraan di Indonesia. Langkah ini mendukung penciptaan ribuan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem logistik hijau nasional.

Selain itu, Kargo Technologies bekerja sama dengan lembaga pembiayaan global seperti HSBC, serta mitra lokal seperti Indomobil Finance dan Chailease, untuk menyediakan skema pembiayaan fleksibel bagi armada EV. Mitra logistik dan transporter perusahaan dapat memanfaatkan opsi sewa, pembiayaan, maupun pengadaan armada, mempercepat transisi menuju logistik elektrik.

Mendorong Masa Depan Logistik Hijau

Didirikan pada 2018, Kargo Technologies kini menjadi salah satu penyedia teknologi logistik terintegrasi terkemuka di Asia Tenggara. Melalui platform Kargo Nexus, perusahaan memadukan manajemen armada, telemetri EV, dan analisis data secara real-time, menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, transparan, dan ramah lingkungan.

Visi jangka panjang perusahaan adalah membangun Electrified Silk Road, menghubungkan manufaktur, distribusi, dan konsumen melalui armada elektrik yang dikelola secara digital. Dengan demikian, Kargo Technologies tidak hanya mendorong transformasi logistik di Indonesia, tetapi juga menetapkan standar keberlanjutan dan efisiensi untuk kawasan Asia Tenggara hingga Global South.

Terkini