Tasikmalaya, Gertak.id - Bersama Promedia Teknologi Indonesia (PTI), Mediapreneur Talks di Tasikmalaya tidak hanya menghadirkan diskusi soal bisnis media berkelanjutan, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang monetisasi iklan digital dan pelatihan jurnalisme berkualitas.
Acara ini menghadirkan para pengusaha media dan jurnalis, serta narasumber ahli yang membagikan strategi praktis untuk meningkatkan kualitas konten sekaligus pendapatan digital. Kamis,(6/11/25)
Dalam kesempatan tersebut, Suprapto Sastro Atmojo, Ketua Komite Publisher Right (KTP2JB), menekankan bahwa perusahaan pers yang belum terverifikasi Dewan Pers tetap bisa memanfaatkan Perpres Nomor 32 Tahun 2024.
Perusahaan platform digital dapat menyelenggarakan pelatihan jurnalisme berkualitas secara mandiri atau bekerja sama dengan perusahaan media.
Sementara itu, Ilona Juwita, CEO Props, memaparkan peluang pertumbuhan iklan digital di Indonesia yang diperkirakan meningkat 5,1% pada 2025, setara USD 4 juta atau Rp64,9 miliar.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan data pelanggan untuk membuka peluang monetisasi baru.
"Dengan peningkatan kualitas konten, pengusaha media dapat mengembangkan berbagai strategi programmatic advertising dan meningkatkan penjualan ruang iklan digital," jelas Ilona.
Artikel Terkait
Promedia Gelar CoreLab 2025 di UNIKOM, Cetak Kreator Konten Muda Siap Hadapi Dunia Digital
Promedia Sukses Gelar Mediapreneur Talks di Tasikmalaya, Ajak Jurnalis Bangun Media Berkelanjutan