Menyusun Banyak Undang-Undang: Peran yang Tidak Banyak Diketahui Publik
Selain kariernya di bidang penegakan hukum, Susno juga menyinggung perannya dalam perumusan berbagai undang-undang nasional. Ia menyebut terlibat dalam penyusunan Undang-Undang KPK, Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hingga puluhan regulasi penting lainnya selama berkarier.
Peran itu, menurutnya, merupakan salah satu kontribusi terbesar yang jarang disorot publik. “Saya bisa ikut menyusun undang-undang itu sebuah kehormatan. Tidak semua polisi punya pengalaman seperti itu,” ungkapnya.
Luka Lama yang Masih Membekas
Walau membicarakan banyak hal dengan nada tenang, beberapa pernyataan Susno menunjukkan bahwa luka lama itu masih membekas. Ia mengaku dikhianati, disudutkan, dan dijadikan sasaran dalam pusaran konflik besar antar lembaga negara. Namun, ia juga menegaskan bahwa pengalaman itu membentuknya menjadi pribadi yang lebih tegar.
“Pengalaman saya itu lengkap. Semua ada. Baik dan buruk,” ujarnya.
Diskusi Publik yang Kembali Terbuka
Kisah Susno dalam dialog tersebut memicu kembali pembahasan publik mengenai dinamika Polri dan KPK pada masa lalu. Pengalaman yang ia sampaikan tidak hanya menjadi refleksi pribadi, tetapi juga menghidupkan ulang perdebatan lama mengenai politisasi penegakan hukum, integritas lembaga negara, dan rentannya individu-individu di dalamnya ketika konflik institusional memanas.
Percakapan antara Susno Duadji dan Mahfud MD itu kini menjadi potret penting yang menunjukkan bagaimana perjalanan seorang jenderal tinggi tidak selalu lurus dan mulus. Ada keberhasilan besar, kontribusi hukum, kerja-kerja penegakan hukum, tetapi juga pengkhianatan, konflik, dan ketidakadilan yang ia klaim pernah menimpanya.
Cerita itu pula yang menunjukkan bahwa perjalanan seorang perwira tidak hanya diukur dari pangkat dan jabatan, tetapi juga dari luka dan pelajaran yang ia bawa sepanjang hidupnya.***