GERTAK.ID, LEBAK - Enam sekolah dari jenjang SD dan SMP meraih penghargaan dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Kabupaten Lebak Tahun 2026. Tiga sekolah ditetapkan sebagai juara pada masing-masing jenjang.
Pada jenjang SD, SDN 1 Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati SDN 1 Majasari, Kecamatan Sobang, sedangkan SDN 2 Karyajaya, Kecamatan Cimarga, berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, pada jenjang SMP, juara pertama diraih SMPN 3 Cipanas. Kemudian SMP Mutiara Bangsa 7, Kecamatan Maja, menempati posisi kedua dan SMPN 3 Warunggunung meraih juara ketiga.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, S.T., M.Si., mengatakan LSS tidak hanya berkaitan dengan penghargaan yang diterima sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Prestasi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi merupakan bukti nyata dari kerja keras seluruh warga sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi emas Kabupaten Lebak,” ujar Doddy dalam keterangannya.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan sehat perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari sehingga penerapannya tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Pembiasaan tersebut juga menjadi bagian dari proses pendidikan bagi peserta didik.
Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak sebelumnya turut menjalankan Gerakan Toilet Sekolah Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah (Getol Berseri). Program tersebut menekankan kebersihan dan sanitasi sekolah serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.
Salah satu sekolah yang meraih penghargaan dalam LSS tahun ini yakni SDN 1 Majasari, Kecamatan Sobang. Sekolah tersebut berhasil menempati posisi kedua untuk jenjang SD.
Kepala SDN 1 Majasari,Rasta S Pd,M Pd, mengaku bangga atas capaian yang diraih sekolahnya. Ia menyebut penghargaan itu menjadi kebanggaan bagi seluruh warga sekolah yang mengikuti proses LSS secara bersama-sama.
“Kami merasa bangga telah dipercaya untuk mendapatkan gelar juara, walaupun hanya juara kedua. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan seluruh warga sekolah SDN 1 Majasari,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak selama proses LSS. Selain warga sekolah, SDN 1 Majasari mendapat pendampingan dari pembina, pengawas, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta pihak puskesmas setempat.
“Kami bekerja bersama dengan semua warga sekolah, dengan didampingi oleh para pembina, para pengawas, K3S, dan pihak puskesmas setempat,” katanya.
Lebih lanjut, Rasta berharap LSS dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang sehat sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih pada peserta didik.
“Kami berharap LSS dapat menjadi ajang untuk menciptakan sekolah sehat, ramah, dan berprestasi. Serta dapat memberikan pembiasaan kepada semua siswa untuk hidup bersih, baik dirinya maupun lingkungannya,” tandasnya.