pendidikan

FTBI Kecamatan Sobang Jadi Ruang Pelajar SD Asah Bakat dan Lestarikan Bahasa Sunda

Senin, 21 September 2026 | 10:31 WIB
FTBI Kecamatan Sobang 2026 Diikuti 18 SD, Jadi Ruang Pelajar Lestarikan Bahasa Sunda./Dok.PanitiaFTBI

GERTAK.ID, LEBAK - Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kecamatan Sobang (FTBI) digelar pada Senin, 21 September 2026, dengan melibatkan peserta dari 18 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbahasa dan bersastra Sunda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu dan budaya daerah.

Ketua Panitia Pelaksana FTBI Kecamatan Sobang, Dedi Yuhaedi, M.Pd, mengatakan FTBI tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah di tengah perkembangan zaman.

“FTBI bukan sekadar kegiatan perlombaan, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk melindungi, melestarikan, dan mengembangkan bahasa serta sastra daerah, khususnya bahasa Sunda, sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lebak,” ujar Dedi.

Ia menilai keberadaan ruang bagi generasi muda untuk menggunakan bahasa daerah menjadi hal penting. Terlebih, penggunaan bahasa daerah di kalangan anak-anak menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda menghadapi tantangan yang semakin besar. Pengaruh globalisasi, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, serta semakin terbatasnya ruang bagi anak-anak untuk berekspresi menggunakan bahasa ibu menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” katanya.

Karena itu, Dedi memandang FTBI sebagai salah satu ruang yang dapat mempertemukan proses pembelajaran bahasa dengan aktivitas kreatif para peserta didik.

“Oleh karena itu, FTBI menjadi ruang yang sangat baik bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, menggunakan, dan mengembangkan bahasa serta budaya daerahnya,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, FTBI Kecamatan Sobang mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni ngadongeng, nulis carpon, biantara, lawakan sorangan, nulis jeung maca sajak, ngasih, serta nulis jeung maca aksara Sunda.

Beragam cabang tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan berbicara, menulis karya sastra, membaca sajak, hingga mengenal dan menggunakan aksara Sunda.

Pembukaan FTBI turut dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Sobang, di antaranya Camat Sobang, unsur Posmil, Polsek Sobang, Ketua PGRI Kecamatan Sobang, serta para guru pendamping.

Kegiatan yang melibatkan 18 SD tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi peserta untuk berkompetisi, tetapi juga mempertemukan pelajar dengan berbagai bentuk penggunaan bahasa dan sastra Sunda dalam suasana yang lebih kreatif.

Melalui FTBI, bahasa Sunda diharapkan tetap memiliki ruang dalam kehidupan generasi muda, tidak hanya sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai sarana berekspresi, berkarya, dan mengenal warisan budaya daerah.

Tags

Terkini