"Anak-anak tetap terlihat bahagia. Mereka menerima rapor dan surat kelulusan dengan penuh antusias. Bahkan suasananya terasa lebih hangat karena fokusnya benar-benar pada pencapaian dan kebersamaan," ujar Agun Gunawan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi seluruh proses yang telah dilalui para siswa selama belajar di sekolah.
"Yang sebenarnya kita apresiasi adalah perjuangan mereka selama belajar. Ada yang berhasil meningkatkan prestasi akademik, ada yang berkembang dalam kedisiplinan, ada pula yang menunjukkan perubahan karakter yang positif. Semua itu merupakan keberhasilan yang patut disyukuri," katanya.
Dukungan terhadap keputusan hasil musyawarah juga datang dari para wali murid. Mereka menilai pelaksanaan kegiatan secara sederhana tidak mengurangi makna dari momen kenaikan kelas maupun kelulusan.
Salah seorang wali murid, mengaku bersyukur karena anaknya berhasil naik kelas dengan hasil yang memuaskan.
"Bagi kami yang terpenting anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik dan menunjukkan perkembangan selama belajar. Acara sederhana seperti ini tetap membuat kami bangga dan bahagia," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi keputusan bersama yang mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kebersamaan.
"Kami merasa lebih nyaman karena tidak ada beban tambahan. Yang terpenting anak-anak tetap mendapatkan pengalaman berharga dan bisa merasakan momen kenaikan kelas dengan penuh rasa syukur," tambahnya.
Hal senada disampaikan wali murid siswa kelas VI yang tahun ini dinyatakan lulus.
"Hari ini menjadi momen yang membanggakan bagi keluarga kami. Melihat anak menerima surat kelulusan setelah enam tahun belajar tentu menjadi kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan kemeriahan acara," ujarnya.
Menurutnya keputusan untuk tidak menggelar pesta perpisahan tidak mengurangi nilai dari kelulusan itu sendiri.
"Yang akan selalu dikenang oleh anak-anak bukan seberapa meriah acaranya, melainkan bagaimana mereka belajar, berteman, dan dibimbing oleh guru-gurunya selama di sekolah. Itu yang paling berharga," katanya.
Meski tanpa pesta perpisahan, keceriaan para siswa tetap terlihat saat menerima rapor dan dokumen kelulusan. Beberapa di antaranya mengabadikan momen bersama guru dan teman-teman menggunakan telepon genggam milik orang tua. Sementara itu, siswa kelas VI tampak saling bersalaman dan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan mereka.
Di penghujung kegiatan, suasana haru terasa saat para lulusan berpamitan kepada guru-guru yang selama ini membimbing mereka. Ucapan terima kasih, doa, dan harapan untuk masa depan menjadi penutup perjalanan mereka di bangku sekolah dasar.
Melalui kegiatan tersebut, SDN 1 Maraya menunjukkan bahwa kebahagiaan dan rasa syukur tidak selalu harus diwujudkan melalui kemeriahan. Sebaliknya, nilai kebersamaan, musyawarah, dan penghargaan terhadap proses pendidikan justru dapat terasa lebih kuat melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna.