GERTAK.ID, LEBAK - Suasana hangat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pembagian rapor kenaikan kelas serta penyerahan surat kelulusan di SDN 1 Maraya, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, pada akhir Tahun Ajaran 2025/2026. Meski tanpa panggung hiburan maupun pesta perpisahan yang meriah, kegiatan tersebut tetap berlangsung khidmat dan meninggalkan kesan mendalam bagi siswa, orang tua, serta seluruh keluarga besar sekolah.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas I hingga VI itu dilaksanakan secara sederhana melalui seremoni dan doa bersama. Pilihan tersebut justru menghadirkan suasana yang lebih akrab, penuh kekeluargaan, serta sarat makna bagi seluruh peserta yang hadir.
Menariknya, keputusan untuk tidak menggelar perayaan besar bukan merupakan kebijakan sepihak dari pihak sekolah. Sebelum pelaksanaan kegiatan, sekolah bersama komite telah menggelar musyawarah dengan para wali murid guna membahas konsep kenaikan kelas dan kelulusan tahun ini.
Dalam forum tersebut, pihak sekolah dan komite memberikan ruang kepada para orang tua untuk menentukan bentuk kegiatan yang dianggap paling sesuai. Berbagai opsi dibahas secara terbuka, termasuk kemungkinan menggelar acara perpisahan dan kenaikan kelas yang lebih meriah.
Namun, hasil musyawarah menunjukkan mayoritas wali murid memilih pelaksanaan kegiatan secara sederhana. Mereka menilai momen kenaikan kelas dan kelulusan tetap dapat berlangsung khidmat dan bermakna tanpa harus disertai perayaan besar yang berpotensi menambah beban biaya bagi orang tua.
Pada hari pelaksanaan, para siswa bersama orang tua mulai berdatangan sejak pagi. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sederhana sebelum dilanjutkan dengan pembagian rapor dan penyerahan dokumen kelulusan.
Bagi siswa kelas VI, momen tersebut menjadi peristiwa yang cukup emosional. Setelah enam tahun menempuh pendidikan dasar, mereka untuk terakhir kalinya berkumpul sebagai siswa SDN 1 Maraya sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kepala SDN 1 Maraya, Ahmad Soleh, mengatakan pihak sekolah menghormati dan menjalankan hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama para wali murid melalui musyawarah.
"Keputusan ini merupakan hasil musyawarah bersama. Sekolah dan komite pada dasarnya menyerahkan kepada para orang tua untuk menentukan bentuk kegiatan. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan baik dan menghasilkan kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan secara sederhana namun tetap bermakna," ujar Ahmad Soleh.
Menurutnya, esensi dari kenaikan kelas dan kelulusan bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada rasa syukur atas proses pembelajaran yang telah dijalani para siswa selama menempuh pendidikan.
"Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa keberhasilan tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan. Yang paling penting adalah bagaimana mereka menghargai proses belajar, bersyukur atas pencapaian yang diraih, dan terus semangat menuntut ilmu," katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Soleh menjelaskan bahwa konsep kegiatan sederhana yang diterapkan tahun ini bukan berarti menjadi ketentuan tetap untuk tahun-tahun berikutnya.
"Untuk tahun ini memang hasil kesepakatannya seperti ini. Namun tidak menutup kemungkinan pada periode berikutnya akan ada bentuk kegiatan yang berbeda apabila hasil musyawarah bersama orang tua menghendakinya. Yang terpenting adalah semua dilaksanakan berdasarkan kesepakatan dan semangat kebersamaan," tambahnya.
Sementara itu, Guru SDN 1 Maraya, Agun Gunawan, menilai suasana sederhana justru membuat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua terasa lebih dekat.