Mengenai pihak sekolah, menurutnya sudah melayangkan komplain ke pihak SPPG terkait.
“Ini rotinya saya buang, sudah kirim video ke sekolah dan Bu Gurunya yang komplain ke SPPG-nya,” ungkapnya.
“Habis (buat) video ini langsung dibuang, langsung cuci tangan karena takut banget belatungnya udah jalan ke tangan tapi gak kelihatan karena kecil-kecil,” terangnya.
Sementara itu, menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), ada 10 SPPG yang beroperasi di Kecamatan Pecangaan, Jepara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun SPPG yang buka suara terkait video yang kini ditonton lebih dari 80 ribu persembahan tersebut.