Pandangan serupa disampaikan pegiat pendidikan lainnya. Mereka menekankan pentingnya kualitas hasil pekerjaan agar bangunan sekolah dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Yang terpenting adalah kualitas pembangunan. Jangan sampai bangunan cepat rusak. Transparansi dan Pengawasan harus ketat agar Pembangunan ruang kelas benar-benar aman dan nyaman digunakan siswa,” katanya.
Sementara itu, aktivis kebijakan publik Lebak, mendorong agar masyarakat turut dilibatkan dalam proses pengawasan.
“Dengan data RUP yang terbuka, masyarakat bisa ikut mengawal. Ini penting agar pembangunan pendidikan berjalan jujur, berkualitas, dan tepat sasaran,”pungkasnya.
Dengan puluhan paket kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah, program rehabilitasi dan pembangunan sekolah pada 2026 ini diharapkan mampu memperbaiki kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Lebak sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi ribuan siswa.