Terkait adanya pekerja yang mengalami luka akibat insiden robohnya atap, Sukamto menyatakan bahwa kondisi korban tidak mengalami luka serius dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Memang ada pekerja yang sempat terluka, tetapi tidak parah dan sudah ditangani,” katanya.
Pasca kejadian tersebut, aktivitas di lokasi proyek sempat dihentikan sementara guna memastikan keselamatan pekerja serta melakukan evaluasi terhadap struktur bangunan yang masih dalam proses pengerjaan.
Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah XII memastikan akan terus melakukan pemantauan agar proses penyelesaian proyek rehabilitasi di SMA Negeri 1 Wiradesa dapat berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas yang ditetapkan.
Pihaknya juga berharap insiden ini menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lingkungan pendidikan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.