pendidikan

Hukum Perselingkuhan dalam Islam dan Ancaman bagi Pelakunya

Senin, 24 November 2025 | 15:08 WIB
Foto: Ilustrasi
  • Merdeka, bukan budak

  • Pernah menikah sah dan pernah melakukan hubungan suami istri dalam pernikahan tersebut

  • Aku menyadari bahwa hukuman-hukuman ini terdengar sangat berat. Namun dalam syariat Islam, beratnya hukuman sebenarnya menjadi benteng agar manusia menjauhi perbuatan yang bisa merusak nasab, keluarga, dan masyarakat.

    Ancaman di Akhirat

    Ancaman akhirat bahkan lebih menakutkan. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, salah satunya adalah orang tua yang berzina. Bayangkan, seorang manusia yang kelak tidak mendapat teguran, perhatian, atau belas kasih dari Allah—itu adalah hukuman yang lebih pedih daripada hukuman di dunia.

    Aku sering merenung tentang hal ini. Zina bukan hanya soal kenikmatan sesaat, tetapi dosa yang dapat menghapuskan kehormatan, menodai akal sehat, dan mengundang murka Tuhan.

    Penutup: Menjaga Diri, Menjaga Janji

    Pada akhirnya, aku merasa bahwa larangan perselingkuhan bukan hanya tentang aturan agama. Ia adalah bentuk perlindungan Allah kepada manusia. Karena begitu sebuah hubungan dibangun atas kepercayaan, pengkhianatan tak hanya menyakiti pasangan, tetapi juga merusak diri sendiri.

    Jika kamu sedang menghadapi ujian rumah tangga, atau sedang berusaha memperbaiki hati yang mulai goyah, ingatlah bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan bagi orang yang ingin menjaga diri.

    Semoga kita semua dilindungi dari perbuatan yang bisa merusak kehormatan dan kebahagiaan keluarga.
    Wallahu a’lam.

    Halaman:

    Terkini