pendidikan

Haul Akbar R. KH. Abdul Jabbar Napo Laok, Haflatul Imtihan Ke-55 Madrasah Bustanul Mubtadi'in     

Senin, 8 September 2025 | 16:23 WIB

SAMPANG, Gertak.id - Di atas tanah ditapaki para ulama, ratusan pasang mata menyaksikan generasi baru dilepas dengan doa. Di Madrasah Bustanul Mubtadi'in menggelar Haul Akbar R. KH. Abdul Jabbar dan Haflatul Imtihan ke-55 menjadi momentum spiritual yang sarat makna, di mana para santri menapak masa depan dengan restu langit dan pesan moral dari para guru.

Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Husairi, menyampaikan bahwa puncaknya berlangsung pada Senin malam (08/09/2025) usai salat Magrib, yang diawali dengan pementasan santri.

"Pengajian umum malam ini menjadi penutup rangkaian. Diawali sholawat, pelepasan santri, hingga prosesi perpisahan yang identik dengan wisuda. Kami lepas para santri yang telah menyelesaikan pendidikannya," ujar pria yang akrab disapa Kyai Husairi

Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah berlangsung dengan berbagai lomba jasmani dan rohani diikuti oleh seluruh lembaga di bawah naungan yayasan.

"Harapannya, kegiatan ini membawa barokah. Pertama, sebagai bentuk takzim kepada Almarhum R. KH. Abdul Jabbar. Kedua, sebagai bentuk syukur atas nikmat ilmu dan kesempatan mendidik yang diberikan Allah," imbuh Kyai Husairi.

Pada pengajian umum malam ini, dihadiri oleh KH. Syafiuddin Bahruddin Prajjan sebagai penceramah, KH. Syafiuddin Abdul Wahid Gersempal, KH. Jakfar Yusuf Delem Tengah, KH. Subaidi Muhammad PP Taman Anom Omben, Ketua MWCNU Omben, Ketua GP Ansor Omben, mantan kades Napo Laok, Pj kades Napo Laok, Muspika, orang tua wali santri dan tamu undangan.

-


Kyai Husairi juga menitip pesan kepada para santri, agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menghimbau para orang tua untuk tidak membiarkan pendidikan anak-anak terhenti di tengah jalan.

"Kami berharap santri-santri yang telah lulus tidak berhenti sampai disini. Harus terus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan langsung kuliah atau mondok ke pesantren lain. Jangan sampai lulus di madrasah Bustanul Mubtadi'in berarti selesai segalanya. Itu yang tidak kami harapkan," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka sebagai bekal masa depan dan upaya menjaga generasi dari ketertinggalan ilmu. (Moch)

Terkini