Timika, Gertak.id – Forum Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Kabupaten Puncak resmi meluncurkan Pendataan Pendidikan Tahun 2025. Launching berlangsung di Sekretariat OKP Mimika pada Jumat (5/9/2025), dimulai pukul 08.00 WIT hingga selesai.
Acara ini dihadiri berbagai elemen, mulai dari tokoh intelektual, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga anggota DPR. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap langkah Forum OKP dalam mendorong kemajuan pendidikan di wilayah Puncak.
-
Ketua KNPI Kabupaten Puncak, Nopi Tabuni, S.IP, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan di Kabupaten Puncak harus sejajar dengan daerah lain di Papua. Ia mengapresiasi kerja kolektif Forum OKP yang sebelumnya telah bergerak dalam aksi kemanusiaan melalui distribusi sembako, dan kini berlanjut dengan program pendataan pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FP3, Jhon Launres Tabuni, S.AP, menyebut ada tiga agenda utama yang menjadi fokus pendataan pendidikan versi OKP, yakni:
1. Memetakan kondisi sekolah di Kabupaten Puncak.
2. Mendata anak-anak yang tidak bersekolah atau mengungsi akibat konflik keamanan.
3. Mengidentifikasi persoalan guru yang mengalami kesulitan akibat situasi keamanan, baik karena TNI/Polri maupun TPN/OPM.
Lebih jauh, Forum OKP Kabupaten Puncak juga menekankan sejumlah poin penting, seperti penerapan kurikulum berbasis gereja di daerah konflik, pembangunan sekolah berpola asrama di Distrik Ilaga, Simak, dan Beoga, serta perlunya regulasi khusus untuk melindungi keamanan dan kesejahteraan guru serta tenaga kesehatan.
Forum OKP juga mendorong pembentukan badan khusus pengawasan pendidikan dan kesehatan, evaluasi sistem pendidikan nasional di wilayah konflik, hingga dukungan penuh terhadap program sekolah rakyat yang dicanangkan pemerintah di Ilaga, Timika, dan Nabire.
Menutup kegiatan, Forum OKP Kabupaten Puncak menyerukan kepada DPR maupun DPRK Puncak agar menindaklanjuti hasil pendataan ini dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan di wilayah konflik.
(D-M)