Mahasiswa dan Pelajar Damal di Nabire Serukan Hentikan Provokasi Terkait Konflik Timika

Photo Author
Dena Volly Prastio. MPH. CH, Gertakberita.com
- Rabu, 5 November 2025 | 05:38 WIB

Gertak.id - Nabire, Papua Tengah – Mahasiswa dan pelajar asal Beoga, Wangbe, serta penghuni Asrama Damal se-Kota Studi Nabire menyampaikan pernyataan sikap pada Selasa malam (4/11/2025) terkait konflik keluarga (perang marga) antara Marga Newegalen dan Dang yang terjadi di Timika.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa konflik yang melibatkan masyarakat Puncak, khususnya Suku Damal, merupakan urusan keluarga besar. Namun, mereka mengingatkan agar dendam dan emosi tidak dibawa ke lingkungan pendidikan.

“Sebagai anak-anak sekolah dan mahasiswa, kami menyerukan agar tidak ada lagi dendam di kalangan pelajar. Dendam mungkin ada, tetapi mari kita salurkan energi tersebut untuk menjadi mahasiswa dan pelajar yang berjiwa intelektual dan berfokus pada pembangunan,” tegas pernyataan itu.Para mahasiswa dan pelajar menegaskan bahwa tujuan utama mereka di Nabire adalah menimba ilmu dan menjaga persatuan sebagai satu keluarga besar yang berasal dari akar dan darah yang sama.

“Kami datang dari kampung halaman hanya membawa buku dan pulpen. Oleh karena itu, kami menyandang predikat sebagai kaum terpelajar dan berintelektual,” lanjut mereka.

Mereka juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan pelajar untuk menghentikan penyebaran informasi bohong (hoaks) serta segala bentuk provokasi yang dapat memperkeruh suasana dan menghambat proses belajar.

“Tragedi kemarin telah memakan korban jiwa. Kami tidak melarang ikut perang, namun jika itu harus terjadi, silakan berangkat ke tempat kejadian di Timika,” tulis mereka dalam pernyataan itu.

Selain itu, pesan khusus juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang datang ke Nabire agar tidak membawa isu provokatif yang dapat memengaruhi mahasiswa dan pelajar.

“Kami berpesan kepada para orang tua atau anggota keluarga yang datang di Nabire: jangan membawa dan membangun narasi atau ‘bisikan busuk’ yang provokatif kepada mahasiswa dan pelajar yang sedang fokus menuntut ilmu. Datanglah dengan tenang, dan pulanglah juga dengan tenang,” tutup pernyataan tersebut.

Pernyataan ini menegaskan komitmen mahasiswa dan pelajar Damal di Nabire untuk menjaga kedamaian, memperkuat persatuan, serta tetap fokus pada pendidikan di tengah konflik yang sedang melanda keluarga besar mereka di Timika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X