nasional

Kronologi Penemuan Jenazah Surakman di Pulau Enggano, ABK Kapal 5 Jurnalis yang Hilang saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Bengkulu,Gertak.id// (23/09/2026) - Identitas jenazah Mr.X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu terungkap sebagai Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1.

Surakman sebelumnya dilaporkan hilang bersama 2 ABK lainnya saat mengantarkan 5 jurnalis liputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu.

Polisi bersama dengan Basarnas telah melakukan serangkaian tes pencocokan DNA terhadap jenazah dan memastikannya sebagai Surakman.

“Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Sukarman atau ABK yang merupakan ayah biologis dari Yayan,” ucap Kepala Polda Banten, Irjen Pol Hengky saat konferensi pers di Mapolda Banten pada Rabu, 23 September 2026.

Kronologi Penemuan Mr.X di Pulau Enggano

Penemuan jenazah berawal dari informasi Kapolda Bengkulu kepada Polda Banten pada Sabtu, 12 September 2026.

Hengky menjelaskan bahwa pertama kali menemukan jenazah Surakman adalah warga sekitar.

“Penemuan mayat di sana adalah masyarakat di Pulau Enggano sana, langsung berkoordinasi dengan Polsek terus ditindaklanjuti Kabid Dokkes Polda Bengkulu menginformasikan dan mengamankan jenazah tersebut,” jelas Hengky.

Jenazah kemudian diterbangkan dari Pulau Enggano menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk dilakukan tes DNA.

Penyisiran Basarnas Usai Penemuan Jenazah Surakman

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Amrad, mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan telah penyisiran di perairan Pulau Enggano, lokasi ditemukannya jasad Surakman.

“Masalah pencarian ulang atau tidak, secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14, setelah evaluasi, kita perpanjang tiga hari,” jelas Amrad.

Saat pencarian tersebut, tidak ada tanda-tanda penemuan yang berkaitan dengan speedboat yang hilang.

“Jadi, e-broadcast dan pemapelan itu kami libatkan dengan stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk masyarakat yang ada di sekitar pesisir Lampung,” sambungnya.

Jenazah Surakman akan Segera Diterbangkan ke Jakarta

Halaman:

Terkini