GERTAK.ID, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, M. Qodari, membahas sejumlah isu strategis terkait media massa, regulasi media sosial, hingga keberlangsungan industri pers nasional saat menjadi narasumber Podcast PWI CHANNEL di Kantor PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
M. Qodari hadir pada siniar yang berlangsung pukul 19.00 WIB tersebut dan disambut langsung Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama sejumlah pengurus PWI Pusat.
Diskusi dipandu Dede Apriyadi, wartawan senior yang menjadi host dalam program siniar PWI tersebut.
Dalam perbincangan itu, M. Qodari memaparkan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan dinamika media massa dan tata kelola komunikasi publik di tengah perkembangan teknologi digital.
Salah satu isu yang dibahas ialah wacana usulan kebijakan keringanan pajak bagi media arus utama atau mainstream. Menurut M. Qodari, kebijakan tersebut penting dibahas dan diusulkan kepada kementerian terkait untuk mendukung keberlangsungan industri pers nasional di tengah persaingan era digital.
Selain itu, diskusi menyoroti tata kelola ruang digital, khususnya terkait keseimbangan regulasi antara media arus utama dan media sosial.
Menurut M. Qodari, media arus utama memiliki keterikatan dengan kode etik jurnalistik, sementara media sosial berkembang dengan karakter yang lebih bebas. Karena itu, pengaturan konten di media sosial dinilai perlu dibahas bersama berbagai pihak.
“Sosial media saat ini sudah terlanjur bebas, sementara media mainstream terikat oleh etika. Karena itu, bagaimana cara mengatur konten media sosial ini harus dibahas bersama, termasuk melibatkan PWI, organisasi pers lainnya, serta DPR, agar ada keselarasan,” tambahnya.
Menanggapi pembahasan tersebut, Akhmad Munir mengapresiasi kehadiran dan keterbukaan Kepala Bakom RI dalam berdialog langsung dengan insan pers melalui Podcast PWI.
Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan organisasi pers menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem informasi publik yang kredibel.
“Kehadiran Kepala Bakom RI di PWI Pusat ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk terus mendengarkan aspirasi dunia pers. PWI tentu menyambut baik setiap langkah sinergi yang produktif, termasuk perhatian terhadap keberlangsungan industri media massa,” ujar Akhmad Munir.
Ia menambahkan, pers nasional siap mengambil peran sebagai jembatan informasi yang objektif antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Peran tersebut mencakup pengawalan program pembangunan nasional maupun penyampaian informasi dalam situasi darurat, termasuk kebencanaan.
Sementara itu, M. Qodari menegaskan dukungan dan sinergi pemerintah dengan institusi media tidak dimaksudkan sebagai bentuk intervensi terhadap ruang redaksi.
Menurutnya, hubungan tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis yang setara untuk mendukung kelancaran arus informasi publik.