nasional

PAMA Dorong Budidaya Maggot Dukung ProKlim Bukit Agung sebagai Bagian Kampung Berdikari

Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:01 WIB

MUARA ENIM, Gertak.id// -PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui Kampung Berdikari PAMA. Salah satu upayanya dilakukan melalui pengembangan Program Kampung Iklim (ProKlim) Bukit Agung di Desa Keban Agung dengan menggelar pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), Jumat (21/8) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Perpustakaan Cakrawala Dusun 2 Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim tersebut dilanjutkan dengan praktik penempatan fasilitas budidaya maggot di halaman belakang rumah warga.

Pelatihan diikuti oleh masyarakat setempat dan dihadiri perwakilan CSR PAMA, Tim Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB), Ketua Penggerak ProKlim Bukit Agung, serta Ketua RT 3 Desa Keban Agung.

Sebagai pemateri, Idarsih dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot, mulai dari teknik dasar budidaya hingga pemanfaatan limbah dapur sebagai sumber pakan maggot.

Selain membantu mengurangi limbah organik rumah tangga, maggot yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pakan berprotein untuk mendukung kegiatan peternakan masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Perwakilan CSR PAMA, Dhimas Wahyu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen PAMA dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pelatihan budidaya maggot ini merupakan salah satu bentuk komitmen PAMA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui Program Kampung Iklim yang menjadi bagian dari Kampung Berdikari PAMA. Kami berharap masyarakat dapat mengelola limbah organik secara mandiri sekaligus memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai ekonomi,” ujar Dhimas.

Sementara itu, Idarsih dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Melalui budidaya maggot, sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan dan menghasilkan maggot yang dapat digunakan sebagai alternatif pakan. Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan ini secara konsisten sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” jelas Idarsih.

Ketua Penggerak ProKlim Bukit Agung, Sutrisno, mengapresiasi dukungan PAMA dan LPB terhadap kegiatan tersebut.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan baru untuk mengelola limbah organik sekaligus mendukung kegiatan peternakan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga,” tutur Sutrisno.

Melalui pengembangan ProKlim Bukit Agung sebagai bagian dari Kampung Berdikari, PAMA berharap masyarakat semakin mandiri dalam mengelola lingkungan dan mengoptimalkan potensi lokal untuk menciptakan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

(Y2n)

Terkini