nasional

Kolaborasi PAMA, PTBA dan Dekranasda Muara Enim Dorong Produk Lokal Bernilai Tambah dan Berdaya Saing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:32 WIB

Tanjung Enim,Sumsel,Gertak.id//- (22/08/2026) — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) turut mendukung pengembangan dan promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Muara Enim melalui kolaborasi bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muara Enim. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pameran produk kriya dan wastra unggulan yang berlangsung di Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Center), Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Herman Deru, ke Kabupaten Muara Enim. Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan di SIBA Center disambut oleh Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, M.M., serta jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan tersebut, PAMA menampilkan sejumlah hasil pembinaan UMKM binaannya, khususnya produk fashion berbasis ecoprint dan batik. Produk yang ditampilkan tidak hanya berupa kain, tetapi telah dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, antara lain pakaian, tas, topi, dan sepatu.

Pengembangan tersebut menunjukkan kreativitas pelaku UMKM dalam mengolah kain ecoprint dan batik menjadi produk yang lebih fungsional serta memiliki nilai jual. Diversifikasi produk juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya tarik produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Saat mengunjungi stan PAMA, Hj. Febrita Herman Deru bersama rombongan melihat secara langsung berbagai produk ecoprint dan batik yang ditampilkan. Rombongan juga berdialog dengan pelaku UMKM mengenai proses pembuatan produk, mulai dari pemilihan bahan, teknik pembuatan motif, proses pewarnaan, hingga pengembangan kain menjadi berbagai produk siap pakai.

Diskusi tersebut turut memperlihatkan proses kreatif di balik setiap produk yang dihasilkan. Penjelasan mengenai bahan yang digunakan, tahapan produksi, serta proses pewarnaan menjadi bagian dari dialog yang menunjukkan keterampilan dan kreativitas pelaku UMKM dalam menghasilkan produk berbasis kriya dan wastra.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pembinaan UMKM kepada para pemangku kepentingan sekaligus memperluas ruang promosi bagi produk lokal. Produk-produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa potensi dan keterampilan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dengan tetap mempertahankan karakter dan kreativitas lokal.

Hj. Febrita Herman Deru menyampaikan apresiasi terhadap kualitas dan kreativitas produk kriya serta wastra yang dihasilkan para pelaku UMKM Muara Enim. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan pada pasar yang lebih luas.

Dukungan pemerintah daerah juga terlihat melalui kehadiran Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., dan Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, M.M. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan produk kriya, wastra, dan UMKM lokal di Kabupaten Muara Enim.

Dari pihak PTBA, turut hadir Weny Yuliastuti selaku Micro & Small Enterprise Funding Section Head. Keterlibatan PTBA menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung kegiatan pengembangan dan promosi UMKM yang berlangsung di SIBA Center.

Bagi PAMA, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM. Kolaborasi dengan PTBA, Dekranasda Kabupaten Muara Enim, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan usaha masyarakat.

Joko Budi Santoso, CSR Officer PAMA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada PAMA serta para pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan produk mereka.

"Mewakili manajemen PT Pamapersada Nusantara (PAMA), kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada PAMA untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kolaborasi bersama PTBA, Dekranasda, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membuka ruang promosi dan memperluas peluang bagi UMKM binaan",ungkap Joko.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas, melakukan inovasi, serta menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.

"Produk ecoprint dan batik yang ditampilkan telah dikembangkan menjadi berbagai produk seperti kain, pakaian, tas, topi, dan sepatu. Hal ini menunjukkan adanya kreativitas dan upaya pelaku UMKM dalam mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar. Kami berharap proses pembinaan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha",harapnya.

Halaman:

Terkini