Tanjung Enim,GERTAK.ID//(27/06/2026)- PAMA Group kembali menggelar Media Gathering PAMA Group 2026 sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan insan pers, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mendorong agenda keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan yang dipusatkan di Gumaya Hotel Semarang, Jawa Tengah (23-25 Juni 2026) lalu, menghadirkan rangkaian aktivitas yang menggabungkan diskusi, edukasi lingkungan, hingga aksi nyata pelestarian alam melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir utara Kota Semarang.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, manajemen PAMA bersama puluhan wartawan dari media nasional dan lokal melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Mangunharjo. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara dunia usaha, akademisi, dan media dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir yang menghadapi ancaman abrasi dan degradasi lingkungan.
Sebelum turun ke lapangan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konservasi pesisir dan mangrove melalui sesi diskusi yang menghadirkan Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti dan Vania F. Herlambang. Keduanya memaparkan kondisi ekosistem pesisir Indonesia, manfaat ekologis mangrove, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PAMA Group dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai mitra akademik yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan aksi konservasi lingkungan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat edukasi publik sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam isu keberlanjutan.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, kami ingin memperkuat hubungan baik yang telah terjalin sekaligus menghadirkan pengalaman bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Prof. Nana Kariada Tri Martuti mengapresiasi inisiatif tersebut karena berhasil menggabungkan kegiatan silaturahmi dengan aksi konservasi yang berdampak langsung bagi lingkungan. Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, hingga masyarakat.
Sementara itu, Vania F. Herlambang menilai penanaman mangrove merupakan investasi lingkungan jangka panjang. Menurutnya, setiap bibit yang ditanam menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, PAMA Group menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik keberlanjutan sekaligus memperkuat kemitraan dengan media dalam menyebarluaskan pesan-pesan edukatif terkait pelestarian lingkungan kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung ini juga diikuti oleh perwakilan PT Pamapersada Nusantara Cluster Sumatera Selatan Bukit Asam (PAMA -SSBA) yang diwakili oleh Danang Prakoso selaku Section Head CSR PAMA SSBA.
(Y2n)