nasional

Delapan Media Mitra Promedia Group Diserang DDoS, Diduga Terkait Berita Korupsi

Selasa, 23 Juni 2026 | 13:18 WIB
Keterangan gambar: Ilustrasi serangan siber DDoS terhadap sejumlah media online yang tergabung dalam Proses Grup diduga terkait memuat pemberitaan dugaan korupsi./Dok. GERTAK.ID/AI

JAKARTA, GERTAK.ID - Sedikitnya delapan media yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group menjadi sasaran serangan siber Distributed Denial of Service (DDoS) dalam sepekan terakhir. Sejumlah serangan bahkan terindikasi mengarah langsung pada URL atau artikel tertentu yang memuat pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi.

Media yang terdampak antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, dan Poros Jakarta.

CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menilai pola serangan yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Menurutnya, sebagian serangan mengarah pada artikel-artikel yang mengangkat dugaan kasus korupsi.

"Kami melihat ada pola yang patut diduga berkaitan dengan pemberitaan tertentu. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara kriminal," kata Agus di Bandung, Selasa (23/6/2026).

Menurut Agus, Promedia Group bertanggung jawab terhadap keamanan teknologi informasi media-media yang berada dalam ekosistemnya. Karena itu, pihak yang merasa keberatan terhadap suatu konten dapat berkomunikasi langsung dengan Promedia Group melalui mekanisme yang tersedia.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana, mengungkapkan bahwa selama tujuh hari terakhir jumlah serangan yang masuk ke sejumlah media anggota mencapai lebih dari 160 juta request.

Ia menjelaskan, salah satu serangan terbesar terjadi terhadap Poros Jakarta yang menerima sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan pada Senin (22/6/2026).

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal," kata Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad menyebut sejumlah bukti teknis telah dikumpulkan dan saat ini masih dalam proses analisis lebih lanjut.

Di sisi lain, Agus menegaskan Promedia Group tidak akan tinggal diam apabila serangan-serangan tersebut terus berlanjut.

"Promedia bersama pemilik media yang terdampak sedang mempertimbangkan langkah hukum. Kami juga telah mengumpulkan berbagai bukti teknis dan mengantongi sejumlah indikasi yang sedang kami dalami," tegasnya.

Menurutnya, kebebasan pers dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi tidak boleh dikalahkan oleh bentuk intimidasi apa pun.

"Perbedaan pendapat terhadap sebuah pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia. Bukan dengan membungkam media melalui serangan siber," kata Agus.

Tags

Terkini