GERTAK.ID, JAKARTA - Sebuah peristiwa dugaan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Seorang penumpang KRL memergoki seorang pria bersembunyi di bawah peron besi Stasiun Kebayoran.
Peristiwa tersebut pertama kali diungkap melalui unggahan akun Threads @andinewst. Dalam unggahannya, pemilik akun menduga pria tersebut sengaja mengintip dan merekam penumpang perempuan yang hendak naik maupun turun dari kereta.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kejadian berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 18.58 WIB di Stasiun Kebayoran. Saat itu, korban berada di gerbong perempuan KRL relasi Rangkasbitung–Tanah Abang.
“Saya mengalami pelecehan seksual di Stasiun KRL Kebayoran. Saya naik KRL Rangkasbitung dari Jurang Mangu menuju Tanah Abang di gerbong perempuan,” tulisnya dalam utas tersebut, dikutip pada Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dirinya sengaja berdiri di dekat pintu untuk memudahkan saat turun di stasiun tujuan sekaligus merasa lebih aman. Namun, situasi berubah ketika kereta berhenti di Stasiun Kebayoran.
“Saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, saya sedang melihat HP, tiba-tiba saya melihat kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron,” ungkapnya.
“Awalnya, saya bingung tapi beberapa detik kemudian saya sadar ada seorang laki-laki bersembunyi di bawah peron sambil mengarahkan HP dan mengintip ke bawah rok saya,” jelasnya.
Menyadari hal tersebut, korban langsung berteriak dan meminta perhatian penumpang lain di gerbong yang sama. Reaksi tersebut memicu kepanikan sekaligus membuat pelaku berusaha menjauh.
“Mereka ikut melihat dan meneriaki pelaku. Setelah ketahuan, dia langsung mundur dan menjauh,” imbuhnya.
Dalam unggahan yang sama, korban juga menyertakan rekaman video sebagai bukti. Video tersebut memperlihatkan keberadaan seseorang di bawah peron.
“Saya sempat merekam sebagai bukti dan dari video itu terlihat jelas ada badan dan tangan seorang laki-laki di bawah peron. Sayangnya, saya tidak bisa langsung turun atau melapor di Stasiun Palmerah karena pintu kereta sudah keburu tertutup dan kereta langsung berjalan,” paparnya.
Korban juga menyoroti tidak adanya petugas keamanan di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
“Yang lebih mengkhawatirkan, saat kejadian tidak ada petugas keamanan di peron maupun di dalam gerbong. Setelah sampai tujuan, saya langsung melapor ke petugas KAI Kebayoran dan laporan sudah ditindaklanjuti,” tuturnya lagi.
Video yang diunggah turut memperlihatkan momen saat pelaku dipergoki serta ketika korban berinteraksi dengan petugas untuk menyampaikan laporan.