nasional

Kisah Pilu Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ayah Arinjani Novita Tak Kuasa Saat Motor Anaknya Pulang Tanpa Pemilik

Jumat, 1 Mei 2026 | 14:32 WIB
Cerita Haru Korban di Balik Kecelakaan KRL Bekasi Timur./Dok.Ist

GERTAK.ID, JAKARTA - Kisah pilu salah satu korban kecelakaan KRL lintas Cikarang yang tertabrak Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur viral di media sosial.

Korban diketahui bernama Arinjani Novita Sari, yang menjadi salah satu dari 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Arinjani bekerja sebagai auditor di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Dalam kesehariannya, ia kerap menitipkan sepeda motor di sebuah tempat parkir langganan sebelum berangkat kerja.

Cerita tersebut mencuat melalui utas akun X @berlarian. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa Arinjani sudah lama menjadi pelanggan di tempat parkir milik ayahnya.

“Dia selalu nitipin motor beserta kuncinya karena udah langganan dari lama. Ini aku sama Bapak lagi antar motornya pulang,” tulisnya dalam utas tersebut, dikutip pada Kamis, 30 April 2026.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kebiasaan Arinjani yang akrab disapa Arin. Menurutnya, Arin kerap bergantian dengan sang ayah dalam mengambil motor apabila pulang larut malam.

“Kalau lagi nggak pulang karena urusan kerjaan atau pulang malam, Arin pulang naik taksi,” ujarnya.
“Nanti, ayahnya yang ambil motor ke parkiran Bapak biar besok bisa dipakai kerja lagi. Bener-bener anak kesayangan,” lanjutnya.

Kedekatan itu juga diakui keluarga. Bahkan, ibu Arin sempat menyebut bahwa anaknya sudah seperti bagian dari keluarga pemilik parkiran karena intensitas pertemuan yang hampir setiap hari.

“Kalau malam belum pulang di jadwal kereta yang biasanya, selalu ditunggu sampai malam atau ngabarin ayah Arin,” sambungnya.

Namun, suasana haru tak terelakkan saat motor milik Arinjani akhirnya diantarkan pulang tanpa kehadiran pemiliknya. Momen tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

“Sampai sekarang masih nyesek banget, yang awalnya masih ngobrol tenang, tiba-tiba nangis waktu sadar motor anaknya udah diparkir depan rumah, dan awalnya nggak mau ambil kunci motornya,” jelasnya.

Ayah Arinjani disebut tak kuasa menahan kesedihan saat menerima kenyataan tersebut.

“‘Nggak bisa saya lihat motornya pak,’ ‘Nggak mau kalau pak yang pulang motornya aja.’ Mungkin sebelumnya, kalau motor udah ada di rumah tanda anak perempuannya udah pulang, udah kumpul lagi sama keluarga,” imbuhnya.

“Sekarang jadi berat buat liat kenyataan, kalau cuma motornya aja yang pulang,” tukasnya.

Halaman:

Tags

Terkini