nasional

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Leang-leang Maros, Basarnas Turunkan Tim Pencarian

Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:41 WIB
Dalam Penerbangan Yogya–Makassar, Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Sulsel, pada Sabtu, 17 Januari 2026. (Dok. Indonesia Air Transport)

Sulsel, Gertak.id - Pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Dalam unggahan itu disebutkan pesawat ATR Indonesia Air Transport tengah menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, sebelum akhirnya dilaporkan kehilangan komunikasi.

"Tim evakuasi berjumlah 40 orang sedang menuju lokasi pencarian," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Seiring informasi itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar langsung menurunkan personel untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait insiden hilang kontak pesawat tersebut.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan pihaknya menerima laporan hilangnya kontak pesawat pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 WITA. Berdasarkan informasi awal, titik terakhir pesawat terdeteksi berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros.

"Kami sementara menuju perjalanan personel, diperkirakan lokasi titiknya di daerah Leang-leang," ujar Andi Sultan kepada awak media, Sabtu, 17 Januari 2026.

Sultan menjelaskan pesawat tersebut diketahui terbang dengan rute dari Yogyakarta menuju Makassar. Hingga saat ini, pihak Basarnas belum memastikan secara detail jumlah kru dan penumpang di dalam pesawat, namun rute penerbangan telah dipastikan.

"(Rute penerbangan) Dari Yogya menuju Makassar," ungkap Sultan.

Dalam upaya pencarian, Basarnas Makassar telah mengerahkan sebanyak 25 personel ke lokasi kejadian. Selain personel, sejumlah peralatan evakuasi juga disiagakan untuk mendukung proses pencarian.

"Untuk sementara menuju ke sana ada 3 sortir, berarti sekitar 25 orang," tandasnya.

Lebih lanjut, Sultan menyebut Basarnas Makassar mengerahkan dua tim rescue dengan total kekuatan 20 personel, masing-masing berjumlah 5 orang dan 15 orang. Sejumlah sarana pendukung turut dikerahkan, meliputi satu unit mobil truk, satu unit mobil rescue, serta satu unit drone untuk pemantauan udara.

“Berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi-potensi yang ada sekitar 40 orang,” terang Sultan.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Basarnas, pesawat ATR 400 tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan dari pihak terkait mengenai perkembangan hasil pencarian pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut.

Tags

Terkini