nasional

Akhir 17 Hari Pencarian, Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang Syafiq Ali Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:35 WIB
Tim Pencarian Relawan Berbuah Hasil, Syafiq Ali Ditemukan di Lereng Puncak Slamet, Rabu (14/1/2026).(Instagram/slametviabambangan)

Magelang, Gertak.id - Upaya pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet akhirnya membuahkan hasil pada hari ke-17. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang sejak akhir Desember 2025, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

Informasi penemuan tersebut pertama kali disampaikan melalui akun Instagram @slametviabambangan pada Rabu siang. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa jenazah Syafiq ditemukan di kawasan lereng puncak sebelah selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

“Alhamdulillah survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.

“Saat ini masih dalam proses evakuasi,” lanjutnya.

Saat ini, jasad Syafiq tengah dievakuasi oleh tim relawan untuk dibawa turun dari lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi intensif antar tim di lapangan.

Dalam video yang turut diunggah, terdengar komunikasi melalui alat radio antartim pencari yang mengabarkan penemuan jenazah. Sejumlah relawan juga meluapkan rasa syukur setelah keberadaan Syafiq berhasil dipastikan.

“Alhamdulillah Ya Allah, Alhamdulillah,” teriak para tim pencari dalam rekaman tersebut.

Diketahui sebelumnya, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan secara resmi telah ditutup pada 7 Januari 2026, setelah dilakukan perpanjangan selama dua hari. Meski demikian, pencarian tidak sepenuhnya dihentikan dan dilanjutkan secara mandiri oleh relawan dari berbagai unsur dengan koordinasi bersama pihak basecamp Gunung Slamet.

Syafiq dilaporkan mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada 27 Desember 2025. Keduanya diketahui berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa bermalam.

Dalam perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki sehingga Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Namun, sejak saat itu Syafiq kehilangan kontak. Sementara Himawan berhasil ditemukan oleh tim SAR pada Selasa (30/12/2025) di Pos 9 dalam kondisi lemas.

Tim relawan gabungan mulai melakukan pencarian terhadap keduanya sejak Minggu (28/12/2025), setelah keduanya tidak kunjung kembali ke basecamp sesuai rencana pendakian.

 

Tags

Terkini